RADARCIREBON.TV – Digadang-gadang menjadi pengganti Patrick Kluivert untuk melatih Timnas Indonesia, John Herdman ternyata membawa reputasi minus semasa melatih timnas Kanada akibat skandal drone untuk mematai-matai tim lawan.
John Herdman tak sepenuhnya datang dengan rapor gemilang untuk mengasuh Timnas Indonesia.
PSSI saat ini menjelang pengumuman siapa pelatih baru timnas Indonesia. John Herdman dianggap layak karena keberhasilan membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Baca Juga:Persib Bandung Tumbangkan PSM Makassar, Beckham Putra Sebut Kemenangan Ini Jadi Suntikan MoralMalut United Tumbangkan Borneo FC, Persib Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Walau demikian. ada bayangan kelam yang menghantui jejak John Herdman. Pada Olimpiade 2024, Timnas Kanada terseret skandal memalukan berupa aksi mata-mata menggunakan drone untuk memantau sesi latihan tim lawan.
Bev Priestman, Jasmine Mander, dan Joey Lombardi sebagai pelatih, asisten, dan analis disanksi satu tahun oleh FIFA karena aksi kecurangan itu.
Federasi Sepak Bola Kanada atau Canada Soccer kemudian mengungkap aksi tersebut dimulai sejak era John Herdman.
Dikabarkan Canada Soccer tidak hanya menggelar investigasi independen. Mereka juga memberi tahu FIFA tentang Timnas Kanada menggunakan drone untuk memata-matai lawan dimulai oleh John Herdman.
Kabar beredar Kode Etik Otoritas sepak bola Kanada memberi beragam potensi sanksi kepada John Herdman. Atas aksi memalukan itu, John Herdman dikabarkan terancam mendapatkan sanksi larangan terlibat di sepak bola Kanada seumur hidupnya.
Walau demikian, keputusan Canada Soccer pada Maret 2025 hanya menjatuhkan sanksi paling ringan. John Herdman meninggalkan Timnas Kanada pada 2023 dan sempat melatih Toronto FC pada 2024.
“Komite Disiplin Independen merilis keputusan terhadap tuduhan melanggar etik oleh John Herdman,” demikian isi pernyataan Canada Soccer.
Baca Juga:PSM Makassar Kritik Penggunaan Wasit Asing Usai Takluk dari Persib, Toni Trucha Bela Wasit LokalAncaman Serius untuk Malaysia, Indonesia Punya Paket Lengkap di Thomas Cup 2026
“Komite independen menyatakan pada para pihak yang terlibat bahwa Herdman terbukti melanggar Kode Disiplin Canada Soccer,” lanjut bunyi pernyataan itu.
Dalam artian, John Herdman memang terbukti curang mematai-matai lawan semasa melatih Timnas Kanada.
Bandingkan dengan suksesornya di timnas putri Kanada, Bev Priestman, yang dijatuhi sanksi satu tahun.
“Komite memutuskan sanksi yang tepat adalah surat teguran dan menyatakan keputusan ini final dan mengikat,” lanjut pernyataan itu.
Usai terbebas dari sanksi terberat di Kanada, John Herdman saat ini memperoleh pekerjaan baru di belahan dunia lain, yaitu Timnas Indonesia.
