RADARCIREBON.TV – Musim yang sulit tengah dialami Real Madrid. Setelah tersingkir dari Liga Champions dan tertinggal di La Liga, peluang Los Blancos mengakhiri musim tanpa trofi semakin besar.
Di ajang Liga Champions, Madrid harus mengakui keunggulan Bayern Munich di babak perempat final. Mereka kalah 1-2 di leg pertama di Santiago Bernabeu, lalu kembali tumbang 3-4 di Allianz Arena.
Kegagalan tersebut membuat tekanan semakin besar terhadap pelatih Alvaro Arbeloa. Apalagi di kompetisi domestik, Madrid juga belum menunjukkan performa meyakinkan.
Baca Juga:Bayern vs Madrid 4-3: Laga Gila di Allianz Arena, Die Roten Lolos ke SemifinalArsenal vs Sporting 0-0: Imbang Tanpa Gol, The Gunners Melaju ke Semifinal
Di klasemen La Liga, Madrid tertinggal cukup jauh dari FC Barcelona yang berada di puncak. Selisih sembilan poin dengan hanya tujuh pertandingan tersisa tentu bukan situasi ideal untuk mengejar gelar.
Kondisi ini membuat spekulasi soal masa depan Arbeloa mulai mencuat. Eks pemain Madrid, Steve McManaman, bahkan menilai posisi sang pelatih bisa terancam jika gagal mempersembahkan trofi musim ini.
Menurutnya, sejarah Real Madrid menunjukkan bahwa klub tidak ragu melakukan pergantian pelatih ketika target utama tidak tercapai.
“Real Madrid akan kembali mengakhiri musim ini tanpa trofi. Sejarah selalu menunjukkan bahwa mereka akan mengganti manajer ketika hal itu terjadi,” ujar McManaman.
Meski begitu, ia juga mengakui bahwa Arbeloa sebenarnya sudah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam waktu singkat.
Arbeloa sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih pada Januari 2026. Dalam 21 pertandingan yang sudah dijalani, ia mencatatkan 13 kemenangan, satu hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Catatan tersebut sebenarnya tidak buruk, namun standar tinggi Real Madrid membuat hasil tanpa trofi tetap dianggap gagal.
Baca Juga:Atletico vs Barcelona 1-2: Kalah di Metropolitano, Atletico Tetap Lolos ke SemifinalPSG vs Liverpool 2-0: Les Parisiens Perkasa di Anfield, Tiket Semifinal di Tangan
“Rencana permainannya sangat luar biasa, namun beberapa momen kecil harus dibayar mahal oleh Real Madrid,” tambah McManaman.
Kini, sisa musim akan menjadi penentu bagi masa depan Arbeloa. Jika Madrid benar-benar puasa gelar, bukan tidak mungkin kursi pelatih kembali mengalami pergantian.
Situasi ini sekali lagi menunjukkan betapa tingginya tuntutan di klub sebesar Real Madrid, di mana hasil akhir seringkali lebih menentukan daripada proses.
