RADARCIREBON.TV – Musim 2025/2026 menjadi tahun yang paling sulit diprediksi sekaligus paling aneh dalam karier Marc-Andre ter Stegen. Dalam waktu kurang dari satu tahun, kiper asal Jerman ini merasakan euforia tertinggi dan pahitnya kegagalan paling dalam. Di satu sisi, namanya tercatat sebagai bagian dari skuad Barcelona yang sukses menjadi juara La Liga. Namun di sisi lain, ia juga menjadi bagian dari Girona yang harus terdegradasi ke kasta kedua. Nasib kontradiktif ini bukan sekadar cerita biasa, melainkan potret nyata betapa kejam dan dinamisnya sepak bola modern yang bisa mempertemukan dua kutub ekstrem hanya dalam hitungan bulan.
Saat ini, dengan Barcelona yang sudah resmi menyatakan bahwa sang kiper veteran tidak masuk dalam rencana mereka untuk musim 2026/2027, teka-teki masa depan Marc-Andre ter Stegen pun kian memanas. Gajinya yang selangit (akibat penangguhan dari musim-musim sebelumnya) dan kontraknya yang masih menyisakan durasi hingga 2028 membuat masalah pelik ini tampaknya belum akan selesai dalam waktu dekat.
Puncak Kesuksesan di Camp Nou di Awal Musim
Awal musim 2025/2026, ter Stegen masih menjadi figur penting di skuad Barcelona. Meski mulai tergeser oleh Joan Garcia, ia masih dipercaya untuk mengenakan ban kapten tim pada beberapa kesempatan. Barcelona yang dilatih Hansi Flick tampil dominan sepanjang musim dan sukses mengangkat trofi La Liga. Secara statistik, nama ter Stegen pun ikut tercatat sebagai salah satu peraih medali juara.
Baca Juga:Camp Nou Siaga! Mengintip Duel Penentu: FC Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Liga Champions 2025/26Di Ujung Karier: Jika Robert Lewandowski Tak Diperpanjang di FC Barcelona, Bisa Memilih Gantung Sepatu
Namun, kebahagiaan itu tidak sejalan dengan menit bermainnya. Setelah pulih dari cedera punggung yang panjang, ter Stegen kesulitan untuk menggeser posisi Joan Garcia yang tampil cemerlang. Flick secara gamblang menyatakan bahwa Garcia adalah kiper nomor satu dan situasi ter Stegen harus diputuskan oleh sang pemain sendiri. Minimnya jam terbang menjadi ancaman serius bagi mimpinya untuk menjadi kiper utama Jerman di Piala Dunia 2026.
Misi Penyelamatan Jadi Mimpi Buruk di Girona
Untuk menyelamatkan peluang bermain di Piala Dunia, ter Stegen mengambil langkah berani. Pada bursa transfer musim dingin Januari 2026, ia memutuskan untuk hengkang dengan status pinjaman ke Girona, rival sekota Barcelona yang notabene memiliki sumber daya keuangan lebih kecil. Demi mewujudkan transfer ini, ter Stegen bahkan rela “memaafkan” atau memotong sebagian besar porsi gajinya yang sangat besar, hanya agar proses negosiasi dengan Girona yang hanya mampu membayar sekitar 1 juta Euro bisa berjalan lancar.
