RADARCIREBON.TV – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Kanoman, Kota Cirebon, kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data pemantauan terbaru, dua komoditas yang menjadi sorotan adalah minyak goreng kemasan yang mengalami kenaikan tipis serta cabai rawit yang masih bertahan di harga tinggi.
Minyak goreng kemasan saat ini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per liter. Kenaikan ini tergolong ringan dan tidak terlalu signifikan, namun tetap menjadi perhatian masyarakat karena minyak goreng merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Kenaikan tipis ini diduga dipengaruhi oleh distribusi serta penyesuaian harga dari tingkat pemasok. Meski begitu, stok minyak goreng di pasar masih tersedia dan tidak mengalami kelangkaan, sehingga masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhan tanpa hambatan berarti.
Baca Juga:Bansos PKH dan Sembako April 2026 Disalurkan Lebih Cepat, Ini Cara Cek Penerima Dan Jadwal Cairnya!Harga Minyak Tembus US$100, Pemerintah Tetap Tahan Subsidi BBM hingga 2026
Selain itu, sebagian pedagang menilai bahwa kenaikan harga minyak goreng masih dalam batas wajar dan belum terlalu memengaruhi daya beli masyarakat. Konsumen juga cenderung tetap membeli karena produk ini termasuk kebutuhan pokok yang sulit untuk digantikan dalam kegiatan memasak sehari-hari.
Di sisi lain, cabai rawit masih menjadi komoditas yang paling menyita perhatian. Harga cabai di Pasar Kanoman tercatat berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Angka ini masih tergolong tinggi dibandingkan bahan pokok lainnya.
Tingginya harga cabai dipengaruhi oleh pasokan yang belum stabil serta tingginya permintaan pasar. Kondisi ini membuat cabai menjadi komoditas yang paling sensitif dalam pergerakan harga pangan.
Selain itu, beberapa pedagang menyebut bahwa fluktuasi harga cabai sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini membuat harga sulit kembali ke level normal dalam waktu singkat, sehingga konsumen harus menyesuaikan pola belanja mereka.
Sementara itu, komoditas lain seperti beras, telur, dan daging ayam relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan harga saat ini hanya terjadi pada komoditas tertentu.
Secara keseluruhan, kondisi harga sembako di Pasar Kanoman masih cukup terkendali. Namun, cabai tetap menjadi perhatian utama masyarakat karena harganya yang masih tinggi dan berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
