Tarif Kereta Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Naik Berkali-kali Lipat dari Harga Normal

Tarif Kereta Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Naik Berkali-kali Lipat dari Harga Normal
Supporter Brasil di Piala Dunia. Source: pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Lonjakan harga transportasi menjadi sorotan tajam menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Salah satu yang paling mengundang kontroversi adalah tarif tiket kereta menuju stadion yang melonjak drastis hingga berkali-kali lipat dari harga normal. Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, mulai dari penggemar hingga pejabat pemerintah setempat.

Operator transportasi di New Jersey, NJ Transit, menetapkan harga tiket kereta pulang-pergi dari Penn Station, New York menuju MetLife Stadium mencapai sekitar 150 dolar AS atau setara lebih dari Rp2 juta. Padahal, dalam kondisi normal, tarif perjalanan serupa hanya sekitar 12,90 dolar AS atau sekitar Rp200 ribuan. Artinya, kenaikan ini mencapai lebih dari 10 kali lipat atau mendekati 1000 persen.

Kenaikan tarif ini tidak terjadi tanpa alasan. Pihak operator menyebut lonjakan harga dilakukan untuk menutup biaya operasional yang membengkak selama turnamen berlangsung. Diperkirakan, kebutuhan dana untuk mendukung transportasi dan pengamanan selama ajang ini mencapai sekitar 48 juta dolar AS.

Baca Juga:Ricuh Dewa United Vs Bhayangkara FC: Kronologi Lengkap Insiden Tendangan Kungfu ke Leher LawanCatat! Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026 Semua Kelas dan Jam Tayang

Namun, keputusan tersebut justru memicu polemik. Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, secara terbuka mengkritik kebijakan ini. Ia menilai beban biaya tidak seharusnya ditanggung oleh masyarakat lokal maupun penonton, melainkan perlu ada kontribusi dari FIFA sebagai penyelenggara utama. Terlebih, organisasi tersebut diproyeksikan meraup pendapatan hingga miliaran dolar dari turnamen ini.

Tak hanya dari pemerintah, kritik juga datang dari publik. Banyak pihak menilai harga tersebut tidak masuk akal untuk perjalanan singkat yang hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa tarif tinggi ini akan mendorong penonton beralih ke kendaraan pribadi, yang justru berpotensi menimbulkan kemacetan besar di sekitar stadion.

Sebagai alternatif, panitia menyediakan layanan bus dengan harga lebih murah, yakni sekitar 80 dolar AS per kursi. Meski demikian, tarif tersebut tetap dianggap mahal karena tidak ada potongan harga untuk anak-anak, lansia, maupun penyandang disabilitas.

Dari sisi operasional, diperkirakan sekitar 40.000 penonton akan menggunakan layanan kereta untuk setiap pertandingan, sementara 10.000 lainnya menggunakan bus. Lonjakan jumlah penumpang ini menjadi tantangan tersendiri, terutama karena kapasitas parkir di sekitar stadion akan dibatasi secara signifikan demi alasan keamanan internasional.

0 Komentar