RADARCIREBON.TV – Sebuah asteroid berukuran besar bernama 99942 Apophis diperkirakan akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. Fenomena ini menarik perhatian komunitas ilmiah dan publik global karena objek tersebut berpotensi terlihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop. Jika kondisi cuaca mendukung, masyarakat di wilayah tertentu, khususnya belahan timur Bumi, berpeluang menyaksikan langsung peristiwa langka ini.
Berdasarkan data dari NASA, asteroid yang dijuluki “God of Chaos” ini akan melintas pada jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Dalam skala astronomi, jarak tersebut tergolong sangat dekat, bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian satelit geostasioner yang mengorbit planet ini. Kedekatan ini menjadikan Apophis sebagai salah satu asteroid besar dengan lintasan terdekat yang pernah tercatat dalam sejarah pengamatan modern.
Apophis pertama kali ditemukan pada tahun 2004 dan sempat menimbulkan kekhawatiran karena diperkirakan memiliki peluang menabrak Bumi pada beberapa periode mendatang. Namun, setelah dilakukan pemantauan intensif menggunakan teleskop optik dan radar, para ilmuwan kini memastikan bahwa tidak ada risiko tumbukan setidaknya dalam 100 tahun ke depan. Perhitungan orbit yang semakin akurat menjadi dasar kuat dalam memastikan keamanan lintasan asteroid tersebut.
Baca Juga:Timnas Indonesia U-17 Tersingkir di Fase Grup, Catatkan Hasil Terburuk Sejak 2017NASA Rilis Foto Bumi Terbaru dari Misi Artemis II
Meski tidak berbahaya, pendekatan Apophis tetap memiliki nilai ilmiah yang sangat besar. Tarikan gravitasi Bumi saat asteroid melintas diperkirakan dapat mengubah sedikit jalur orbitnya. Hal ini menjadi kesempatan berharga bagi para astronom untuk mempelajari dinamika pergerakan asteroid secara lebih rinci, termasuk interaksi gravitasi antara benda langit.
Selain itu, berbagai observatorium di seluruh dunia telah mempersiapkan pengamatan intensif untuk mengungkap karakteristik fisik Apophis, seperti bentuk, rotasi, serta komposisi permukaannya. Asteroid ini sendiri merupakan sisa pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu, dengan diameter lebih dari 300 meter dan permukaan yang telah mengalami pelapukan akibat paparan radiasi kosmik dalam jangka waktu panjang.
Setelah peristiwa lintasan dekat ini, sejumlah misi antariksa dari berbagai lembaga, termasuk badan antariksa internasional, direncanakan untuk mendekati Apophis guna melakukan penelitian lanjutan. Dengan demikian, meskipun tidak menimbulkan ancaman, kehadiran asteroid ini menjadi peluang langka bagi dunia sains untuk memperdalam pemahaman tentang asal-usul dan perilaku benda-benda langit di sekitar Bumi.
