RADARCIREBON.TV – Polemik yang terjadi dalam laga Persib Bandung kontra Dewa United FC kembali membuka perdebatan soal kualitas teknologi Video Assistant Referee (VAR) di BRI Super League 2025/2026. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mendorong adanya penambahan kamera demi meningkatkan akurasi pengambilan keputusan di lapangan.
Ogawa menilai bahwa keterbatasan jumlah kamera saat ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat beberapa keputusan VAR masih menuai kontroversi. Ia menegaskan bahwa kehadiran kamera tambahan, khususnya di garis gawang, akan sangat membantu wasit dalam menentukan situasi krusial seperti apakah bola sudah keluar lapangan atau belum.
Insiden yang terjadi dalam pertandingan di Banten International Stadium menjadi contoh nyata. Gol yang dicetak oleh Alex Martins berawal dari situasi yang diperdebatkan, di mana bola yang dibawa Alexis Messidoro diduga telah melewati garis lapangan sebelum akhirnya menjadi assist.
Baca Juga:FT: Persijap Jepara Menang 2-0 atas PSBS Biak, Herrera dan França Jadi PenentuLaga Panas di GBLA! Persib Bandung vs Arema FC, Prediksi Skor Tipis Sarat Drama
Situasi tersebut sempat membuat para pemain Persib berhenti bermain karena mengira bola sudah keluar. Namun permainan tetap berlanjut hingga berujung gol bagi Dewa United. Kejadian ini pun memicu perdebatan luas di kalangan suporter maupun pengamat sepak bola.
Ogawa menjelaskan bahwa secara aturan, VAR hanya bisa mengintervensi jika terdapat bukti yang benar-benar jelas atau 100 persen meyakinkan. Jika tidak ada bukti kuat dari sudut kamera yang tersedia, maka keputusan awal wasit di lapangan harus tetap dipertahankan.
Menurutnya, saat ini jumlah kamera yang digunakan di kompetisi domestik masih jauh dari ideal. BRI Super League hanya menggunakan sekitar 13 kamera di setiap pertandingan. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan ajang sebesar Piala Dunia FIFA 2022 yang menggunakan hingga 50 kamera untuk satu pertandingan.
Sebagai perbandingan, Ogawa menyinggung momen kontroversial saat Jepang menghadapi Spanyol di Piala Dunia 2022. Dalam kejadian tersebut, bola yang dikirim oleh Kaoru Mitoma tampak keluar lapangan, namun teknologi dengan banyak sudut kamera mampu membuktikan bahwa sebagian kecil bola masih menyentuh garis, sehingga gol tetap sah.
Belajar dari situasi tersebut, Ogawa berharap ke depan liga profesional di Indonesia dapat mempertimbangkan penambahan kamera, khususnya dua unit di garis gawang. Meski demikian, ia juga menyadari bahwa penerapan teknologi ini tidak bisa dipaksakan karena berkaitan dengan kesiapan infrastruktur dan biaya.
