RADARCIREBON.TV – Kekalahan Rodtang Jitmuangnon dari Takeru Segawa pada ajang rematch ONE Samurai 1 yang berlangsung pada 29 April 2026 menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di dunia kickboxing tahun ini. Petarung asal Thailand yang dikenal dengan julukan “The Iron Man” itu harus menerima kekalahan lewat TKO pada ronde kelima, setelah sebelumnya dikenal sebagai sosok yang sangat sulit dihentikan di atas ring.
Hasil ini menjadi sorotan besar karena pada pertemuan pertama, Rodtang berhasil mengalahkan Takeru dengan sangat cepat, hanya dalam waktu sekitar 80 detik. Namun pada duel kedua, situasi berubah total. Takeru tampil jauh lebih siap, lebih disiplin, dan mampu membalikkan keadaan dengan strategi yang matang.
Perubahan Strategi Takeru Jadi Faktor UtamaSalah satu alasan utama di balik kekalahan Rodtang adalah perubahan pendekatan yang dilakukan Takeru. Pada pertemuan pertama, petarung asal Jepang itu terlalu terbuka dan terlalu cepat masuk ke pertarungan jarak dekat, yang justru menjadi area paling berbahaya saat menghadapi Rodtang.
Baca Juga:Tiwi/Fadia Tumbang, Indonesia Ditahan Imbang 1-1 oleh Taiwan di Uber Cup 2026Fakta Menarik Tubuh Atlet: Inilah 5 Manfaat Luar Biasa yang Tersembunyi dari Kickboxing
Di rematch kali ini, Takeru tampil jauh lebih sabar. Ia tidak terburu-buru menyerang dan memilih membaca ritme permainan lawan terlebih dahulu. Strategi counter attack yang lebih rapi membuat Rodtang kesulitan membangun tekanan seperti biasanya.
Takeru juga berhasil mengatur tempo pertarungan sehingga Rodtang tidak bisa sepenuhnya mengendalikan jalannya laga. Hal ini membuat gaya agresif khas Rodtang menjadi tidak seefektif biasanya.
Dua Knockdown di Ronde Kedua Jadi Titik BalikMomen paling menentukan terjadi pada ronde kedua ketika Takeru berhasil menjatuhkan Rodtang sebanyak dua kali. Dua knockdown tersebut menjadi titik balik besar dalam pertarungan.
Rodtang yang biasanya dikenal sangat kuat secara mental mulai terlihat kehilangan momentum. Setelah menerima pukulan bersih dan jatuh dua kali, ritme bertarungnya berubah cukup signifikan.
Biasanya, Rodtang tampil tanpa rasa ragu dan terus menekan lawan tanpa henti. Namun setelah knockdown kedua, ia terlihat lebih berhati-hati dan tidak lagi tampil seintens biasanya. Ada indikasi bahwa ia mulai berpikir terlalu banyak di dalam ring, sesuatu yang jarang terlihat dari dirinya.
