Camat Pangenan bersama Pemerintah Desa Beringin membantah ibu dan bayi tunawisma hidup terlunta-lunta hingga tidur di gazebo rumah warga.
Karniah bersama bayinya yang menjadi tunawisma akibat konflik keluarga dan hidup terlunta-lunta, dibantah oleh Camat Pangenan dan Pemerintah Desa Beringin Kabupaten Cirebon. Pemerintah Desa Beringin menilai Karniah dan bayinya tidak pernah tidur di gazebo, meski membenarkan adanya konflik keluarga yang menyebabkan Karniah dan sang anak terusir dari rumah.
Karniah dan anaknya yang baru berusias sembilan bulan selama tujuh bulan terakhir tidak diperkenan masuk dan tidur di dalam rumah, sehingga menggunakan teras diluar rumah yang terbuka sebagai kamar darurat. Pemerintah Desa Beringin dan Camat Pangenan mengklaim, sejak awal kasus ini muncul, pemerintah setempat telah turun langsung untuk memberikan bantuan dan pendampingan, serta upaya mediasi dengan pihak keluarga.
Baca Juga:PDI Perjuangan Kab. Cirebon Perjungkan Pemulangan PMI Bermasalah – VideoTKW Asal Cirebon Disekap Agensi Di Arab Saudi – Video
Sekretaris Desa Beringin Supriyadi menjelaskan usai ramai pemberitaan, dinas terkait hingga unsur Muspika Kecamatan Pangenan langsung turun untuk memberikan bantuan. Serta muncul rencana sebagai solusi agar Karniah dan anaknya tidak menjadi tunawisma dengan menggunakan aset tanah dan tabungan Karniah untuk membangun rumah petak.
Sementara, Camat Pangenan bersama Pemerintah Desa Beringin memberikan klarifikasi, dengan membantah bahwa informasi yang menyebut Karniah dan bayinya hidup tanpa penanganan hingga harus tidur di gazebo warga, tidak benar.
Selain itu, Pemerintah Desa Beringin juga mengaku sudah memberikan perhatian dan terus melakukan koordinasi agar yang bersangkutan mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Serta melakukan upaya mediasi dengan Karniah agar konflik keluarga bisa diselesaikan, serta bayinya mendapatkan tempat tinggal yang layak aman dan bisa tumbuh sehat.