Ratusan mahasiswa, dari sejumlah organisasi, mengepung gedung Balaikota Cirebon, pada Kamis siang. Mereka melakukan aksi demo, menuntut berbagai prioritas daerah, termasuk menuntut harmonisasi kepala daerah dan wakilnya untuk menjalankan visi misi dan pembangunan daerah.
Pada Kamis siang, ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi mahasiswa di wilayah Cirebon, melakukan aksi unjuk rasa, di depan Balaikota Cirebon. Salah satunya menyampaikan tuntutan, atas keprihatinan mengenai dugaan ketidakharmonisan di internal pemerintah, khususnya Walikota dan wakilnya.
Sehingga mahasiswa menuntut, agar hal tersebut bisa dibenahi, untuk menjalankan program visi misi yang sudah dibuat, pembangunan daerah, dan memberi pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
Baca Juga:Ajak Duduk Satu Meja, KNPI Kota Cirebon: Hentikan Disharmoni, Saatnya Kolaborasi NyataDispora Kab. Cirebon Genjot Pembinaan Olahraga – Video
Usai orasi di depan Balaikota, para mahasiswa sempat saling dorong dengan aparat kepolisian, untuk bisa masuk ke gedung Balaikota. Dan menyampaikan sejumlah tuntutan, baik masalah pendidikan, menyinggung masalah dugaan penyimpangan Dana Alokasi Umum, DAU Spesifik Grant 30,5 miliar rupiah, masalah sosial, dan infrastruktur di Kota Cirebon yang perlu dibenahi.
Para mahasiswa yang berhasil masuk ke dalam Balaikota, ditemui Sekretaris Daerah, Plt Kepala Disdik, serta Kabid Pendidikan Dasar. Sementara Walikota dan wakil Walikota, tidak nampak di Adipura Balaikota, untuk menemui para mahasiswa, dengan alasan ada agenda penting mendampingi tamu dari Provinsi Jawa Barat.