Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa siang. Massa meminta pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jalan dengan konstruksi rigid beton demi keselamatan masyarakat dan pemerataan pembangunan.
Aksi unjuk rasa warga berlangsung di wilayah Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa siang. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan terkait kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Koordinator lapangan aksi, Daud mengatakan, masyarakat mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan ruas jalan Bertapada hingga Gemulung Tonggo dengan menggunakan konstruksi rigid beton. Warga meminta pembangunan mulai direalisasikan paling lambat pada Juni 2026 sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:DPRD Tegaskan Pengelolaan Aset Pemkab Harus Dibenahi – VideoArif Kurniawan Dapat Tugas Khusus Di BPKPD – Video
Selain menuntut perbaikan jalan utama, massa juga meminta seluruh ruas jalan di Kecamatan Astanajapura yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Cirebon dimasukkan ke dalam pembahasan prioritas anggaran daerah.
Warga menilai pemerataan pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menunjang keselamatan dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Dalam aksi tersebut, massa mengaku kecewa karena tidak ditemui langsung oleh pihak kecamatan maupun Dinas PUTR Kabupaten Cirebon.
Meski sempat dilakukan audiensi, warga menilai hasil pertemuan masih belum memberikan kepastian terkait realisasi pembangunan jalan.
Massa pun mengancam akan kembali menggelar aksi jilid dua dengan jumlah peserta lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direalisasikan hingga pertengahan tahun ini.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki seluruh ruas jalan rusak di Kecamatan Astanajapura agar aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan lancar.