Seekor ular sanca membuat geger warga Kampung Kesunean Selatan Kota Cirebon. Ular dengan ukuran cukup besar tersebut ditemukan berada di atas plafon rumah milik salah satu warga.
Warga di Kampung Kesunean Selatan, Kelurahan Kesunean, Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular sanca berukuran besar di dalam plafon rumah warga, pada Selasa malam, sekitar pukul 19.12 WIB.
Awalnya penghuni rumah mengira suara berisik di atas atap berasal dari tikus. Namun setelah dicek, suara tersebut ternyata berasal dari seekor ular sanca berukuran besar yang melilit di sela-sela kayu plafon rumah.
Baca Juga:Kabupaten Cirebon Masih Krisis Kantong Parkir – VideoSulap Sampah Organik Jadi Eco Enzyme – Video
Penemuan ular itu langsung memicu kepanikan warga sekitar. Banyak warga berdatangan untuk melihat proses evakuasi ular yang bersembunyi di atas langit-langit rumah tersebut. Karena khawatir ular turun dan membahayakan penghuni rumah, warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kota Cirebon.
Petugas Damkar Kota Cirebon yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya evakuasi. Proses penangkapan berlangsung dramatis lantaran posisi ular berada di area plafon yang sempit dan rapuh. Bahkan petugas terpaksa membuka sebagian plafon rumah untuk menjangkau tubuh ular yang terus melilit kayu penyangga atap. Dalam penanganan ular tersebut, Damkar Kota Cirebon mengerahkan sebanyak 11 personel.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan alat penjepit khusus ular dan lampu penerangan untuk mengamankan bagian kepala ular. Sementara petugas lain membantu menarik tubuh ular secara perlahan dari bawah. Mulut ular langsung dibekap menggunakan lakban guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Danton 2 Damkar Kota Cirebon, Sadiko mengatakan, ular sanca tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar enam meter dengan ukuran tubuh cukup besar. Menurutnya, proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga akhirnya ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban luka.
Usai diamankan, ular sanca tersebut langsung dibawa ke Markas Komando Damkar Kota Cirebon untuk selanjutnya direlokasi ke habitat yang jauh dari permukiman warga agar tidak kembali meresahkan masyarakat.