Jika hasil buruk datang sejak awal, gaya bermain Enrique bisa cepat mendapat kritik dari media maupun suporter.
3. Tekanan di Real Madrid Jauh Lebih Ekstrem
Melatih Real Madrid bukan hanya soal taktik, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan harian yang sangat besar. Di klub ini, kemenangan saja kadang tidak cukup. Pelatih dituntut menang sambil memainkan sepak bola atraktif dan menjaga hubungan baik dengan para bintang tim.
Luis Enrique memang punya mental kuat, tetapi kepribadiannya yang tegas dan keras kadang memicu konflik internal. Saat melatih beberapa tim sebelumnya, ia beberapa kali terlibat ketegangan dengan pemain maupun media.
Baca Juga:PSG Punya Cara Licik Redam Bayern: Matvey Safonov Sengaja Bidik Michael Olise Lewat Goal KickKutukan Runner-Up? Arsenal Terancam Masuk Daftar Gagal Juara Premier League Paling Menyakitkan
Di Real Madrid, situasi seperti itu bisa membesar dengan cepat. Setiap keputusan pelatih selalu berada di bawah sorotan publik. Bahkan satu hasil buruk saja dapat memunculkan rumor pemecatan.
Karena itu, meski Luis Enrique memiliki kualitas sebagai pelatih kelas dunia, kombinasi faktor sejarah dengan Barcelona, perbedaan filosofi permainan, dan tekanan ekstrem di Madrid membuat peluangnya menjadi pelatih Los Blancos terasa sangat sulit untuk terwujud dalam waktu dekat.
