Hampir Tak Bisa Kendalikan Emosi, Pelatih Girona Beri Kode Keras ke Ajax Saat Masa Depan Jadi Sorotan

Míchel pelatih Girona
Míchel pelatih Girona terlihat menunduk kecewa setelah degradasi. Sumber img:@gironafc
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Girona harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari La Liga usai bermain imbang 1-1 melawan Elche pada laga terakhir musim 2025/2026. Di tengah duka yang menyelimuti ruang ganti, sorotan justru tertuju pada masa depan pelatih mereka, Míchel. Kontraknya yang habis pada 30 Juni mendatang dan ketertarikan Ajax Amsterdam membuat situasi kian memanas. Namun, alih-alih membahas masa depan, pelatih berusia 50 tahun itu justru meluapkan emosinya karena gagal menyelamatkan tim yang telah dibesutnya selama lima tahun.

Dalam konferensi pers yang berlangsung haru, Míchel secara terbuka mengakui bahwa degradasi ini sepenuhnya adalah tanggung jawabnya. Ia tidak mencari alamat kambing hitam, melainkan memilih untuk bertanggung jawab penuh atas kegagalan timnya. Emosinya hampir tidak bisa dikendalikan saat ia mengakui bahwa ia dan para pemain telah mengecewakan seluruh pendukung Girona. Di tengah tekanan emosional ini, para jurnalis tetap melontarkan pertanyaan tentang masa depannya dan ketertarikan Ajax yang memuncak.

Degradasi Girona: Pukulan Telak yang Menghancurkan Hati

Kepastian Girona terlempar ke Segunda División menjadi salah satu cerita paling dramatis di akhir musim La Liga. Hasil imbang 1-1 melawan Elche di kandang sendiri membuat mereka gagal mempertahankan status La Liga mereka untuk musim depan. Míchel, yang tidak kuasa menahan perasaan kecewanya, mengakui momen ini adalah titik terendah dalam kariernya.

Baca Juga:Update Daftar Juara LaLiga Spanyol Sejak 1929-2026: Barcelona Catat Gelar BaruJadwal Sepak Bola Malam Ini 13-14 Mei 2026: Ada Pertandingan Piala Asia AFC U17, LaLiga, dan EPL

“Saya selalu mengatakan bahwa pelatih bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan, dan dalam hal ini, saya lah yang bertanggung jawab,” ujar Míchel dengan nada getir. “Kami telah mengecewakan para penggemar kami. Saya merasa bersalah dan bertanggung jawab. Semua pemain menangis; bagi kami semua, ini adalah momen tersulit dalam karier kami.” Kekecewaan mendalam ini membuat suasana di ruang ganti menjadi sangat hancur dan penuh penyesalan.

Ajax Jadi Bahan Pertanyaan di Tengah Kehancuran

Di tengah suasana duka dan emosi yang meluap, para jurnalis tetap mempertanyakan masa depan Míchel. Sejak beberapa pekan terakhir, nama pelatih asal Madrid itu memang santer dikaitkan dengan kursi kepelatihan Ajax Amsterdam. Bahkan, jurnalis Matteo Moretto sempat melaporkan bahwa Ajax dan Míchel telah mencapai kesepakatan lisan untuk musim depan.

0 Komentar