RADARCIREBON.TV – Taspen mencatat lebih dari 1.000 laporan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir. Kasus tersebut mayoritas menggunakan modus pesan palsu melalui WhatsApp yang menyasar para peserta, khususnya pensiunan.
Perusahaan pun terus memperkuat pengawasan digital sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh berbagai modus kejahatan siber.
Modus Penipuan Mengatasnamakan Taspen
Corporate Communication & Media Relations Department Head Taspen, Rizky Bachrudin, mengatakan laporan penipuan mulai banyak diterima sejak peluncuran aplikasi Andal by Taspen pada Januari 2025 hingga Februari 2026.
Baca Juga:Galaxy S27 Ultra Bakal Hadir dengan Teknologi Kamera Mirip DSLR?Taspen Buka Suara Soal Isu Kenaikan Gaji Pensiun 2026, Awas Penipuan!
Menurutnya, sebagian besar pelaku menggunakan modus phishing melalui WhatsApp. Penipu biasanya menghubungi peserta dan meminta pembaruan data pribadi melalui tautan tertentu.
Korban kemudian ditakut-takuti dengan ancaman pencairan dana pensiun akan dihentikan jika data tidak segera diperbarui.
Padahal, tautan tersebut bukan bagian dari sistem resmi Taspen dan berpotensi mencuri data pribadi pengguna.
Taspen Klaim Jumlah Kasus Mulai Menurun
Corporate Secretary Taspen, Henra, menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital.
Menurut Henra, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif karena jumlah laporan yang masuk perlahan mengalami penurunan sejak pertengahan 2025.
Taspen menilai meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
Taspen Dampingi Korban hingga Ranah Hukum
Taspen juga memastikan tidak tinggal diam terhadap peserta yang menjadi korban penipuan. Perusahaan mengaku aktif membantu proses pelaporan hingga pendampingan hukum jika diperlukan.
Baca Juga:Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026Eta Aquarids 2026: Jadwal Puncak, Waktu Terbaik, dan Cara Menikmati Hujan Meteor di Indonesia
Rizky menyebut beberapa kasus bahkan sampai masuk ke pengadilan dan Taspen ikut memberikan dukungan kepada korban, termasuk menjadi saksi dalam proses hukum tertentu.
Selain menindaklanjuti laporan internal, Taspen juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk melakukan pemblokiran terhadap tautan maupun akun yang terindikasi digunakan pelaku penipuan.
Keluarga Pensiunan Diminta Ikut Waspada
Sementara itu, Information Technology Division Head Taspen, Sidra Muntahari, mengingatkan bahwa perlindungan terhadap peserta tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga.
Menurutnya, anggota keluarga memiliki peran penting untuk membantu mengingatkan pensiunan yang rentan menjadi sasaran penipuan digital, terutama karena sebagian besar peserta merupakan lanjut usia.
