RADARCIREBON.TV- Arsenal akhirnya kembali menembus final Liga Champions 2025/2026 setelah penantian panjang yang penuh lika-liku. Keberhasilan The Gunners melangkah ke partai puncak bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari proses matang yang dibangun Mikel Arteta selama beberapa musim terakhir. Menariknya, banyak pihak menilai ada sentuhan filosofi ala Sir Alex Ferguson dalam perjalanan Arsenal musim ini.
Mentalitas pantang menyerah, keberanian mengambil risiko, hingga kemampuan bangkit dalam tekanan menjadi ciri khas Arsenal saat ini. Hal itu membuat mereka dianggap sangat layak berada di final Liga Champions. Berikut empat bukti yang menunjukkan Arsenal memang pantas tampil di laga terbesar Eropa musim ini.
1. Mentalitas Pantang Menyerah Jadi Senjata Utama
Salah satu ciri khas tim-tim Sir Alex Ferguson di Manchester United adalah tidak pernah menyerah sampai peluit akhir berbunyi. Filosofi itu kini terlihat jelas di tubuh Arsenal.
Baca Juga:Jadwal Liga Inggris 9-12 Mei 2026 Live SCTV & Vidio: Liverpool vs Chelsea, Man City dan Arsenal Berebut GelarPSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2026 Setelah Singkirkan Bayern Munich
Sepanjang Liga Champions musim ini, Arsenal berkali-kali menunjukkan mental baja ketika berada dalam situasi sulit. Mereka mampu bangkit saat tertinggal, tetap tenang di bawah tekanan, dan tidak kehilangan fokus meski menghadapi lawan besar.
Saat menghadapi Atletico Madrid di semifinal misalnya, Arsenal tampil dewasa. Mereka tidak panik ketika mendapat tekanan bertubi-tubi. Sebaliknya, tim asuhan Arteta justru mampu memanfaatkan momentum untuk menghukum lawan lewat serangan cepat dan efektif.
Mentalitas seperti inilah yang dulu membuat Manchester United era Ferguson sangat ditakuti di Eropa.
2. Arteta Berhasil Membangun Tim dengan Karakter Juara
Mikel Arteta layak mendapat pujian besar atas transformasi Arsenal. Ia bukan hanya membangun tim dengan permainan indah, tetapi juga menanamkan karakter juara kepada para pemainnya.
Dulu Arsenal sering dianggap terlalu lembut ketika menghadapi laga besar. Namun musim ini situasinya berbeda total. Declan Rice, Martin Odegaard, William Saliba, hingga Bukayo Saka tampil penuh kepercayaan diri di pertandingan penting.
Arsenal kini punya keseimbangan sempurna antara kualitas teknik, disiplin taktik, dan kekuatan mental. Mereka mampu menyerang dengan agresif, tetapi tetap solid saat bertahan.
Perubahan karakter itu menjadi bukti bahwa Arsenal sudah berkembang menjadi tim elite Eropa yang sesungguhnya.
