RADARCIREBON.TV – Banjir yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara kembali menelan korban jiwa. Seorang bocah berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat bermain di area sungai yang tengah meluap akibat hujan deras berkepanjangan.
Peristiwa ini menambah dampak serius dari bencana banjir yang sejak beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari.
Bocah Terseret Arus Saat Bermain di Sungai
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menjelaskan bahwa korban awalnya sedang bermain di area sungai dekat rumahnya.
Baca Juga:Olivia Rodrigo Rayakan Rekor Spotify di Barcelona, Gelar Konser Eksklusif hingga Kenalkan Lagu BaruBanjir Bandang di Sidrap Sulawesi, Rumah dan Jembatan Hanyut Terseret Arus
Namun tanpa disadari, arus air yang deras akibat banjir membuat korban terseret sejauh kurang lebih 1 kilometer.
“Dia mandi di kali. Dia tidak mampu memperkirakan bahwa airnya deras sehingga dia terbawa arus,” ujar Cornelius, Senin (11/5/2026).
Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Punggaloba dan ditemukan di kawasan Teluk Kendari dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Banjir Meluas di 16 Kelurahan
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas di Kota Kendari.
Sebaran Wilayah Terdampak
Berdasarkan data BPBD, banjir terjadi di:
- 16 kelurahan
- 7 kecamatan
Bencana ini mulai terjadi sejak Minggu pagi, 10 Mei 2026, dan terus meluas hingga ke beberapa titik permukiman.
Ribuan Warga Terdampak Banjir
Selain korban jiwa, banjir juga berdampak luas terhadap masyarakat.
Data Terdampak
BPBD Kota Kendari mencatat:
- 657 kepala keluarga (KK) terdampak
- 2.985 jiwa terdampak banjir
Tidak hanya rumah warga, banjir juga merendam:
Baca Juga:BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11 Mei 2026: 6 Wilayah Indonesia Siaga Hujan LebatPersib Bandung Masih Belum Aman, Nasib Juara Super League 2025/2026 Ditentukan Laga Borneo FC vs Bali United
- 50 petak sawah
- Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Kendari
Bantaran Sungai Wanggu Jadi Titik Terparah
Wilayah paling parah terdampak berada di kawasan bantaran Sungai Wanggu.
Ketinggian air di lokasi tersebut dilaporkan mencapai hingga dua meter, membuat sejumlah rumah terendam cukup dalam.
Warga Terpaksa Mengungsi
Akibat kondisi tersebut, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir yang lebih besar.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama di wilayah dekat sungai dan daerah rawan banjir.
