RADARCIREBON.TV – Berkemah di tengah hutan ternyata bukan hanya bermanfaat untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ini juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk merangsang produksi sel pembunuh kanker atau Natural Killer (NK).
Konsep ini berkaitan dengan terapi alam yang dikenal sebagai forest bathing atau shinrin-yoku, sebuah metode relaksasi dengan menikmati suasana hutan secara sadar melalui seluruh indra tubuh.
Apa Itu Forest Bathing?
Forest bathing merupakan aktivitas menikmati suasana alam tanpa tekanan aktivitas fisik berat seperti mendaki gunung. Dalam praktiknya, seseorang cukup berjalan santai, duduk menikmati pemandangan, atau sekadar menghirup udara segar di area hutan.
Baca Juga:Hasil FP2 MotoGP Prancis 2026: Fabio Quartararo Tampil Tercepat di Le Mans13 Rekomendasi Makanan Praktis untuk Camping di Gunung yang Wajib Dibawa
Aktivitas Sederhana yang Dilakukan Saat Forest Bathing
Beberapa aktivitas yang umum dilakukan antara lain:
- Menghirup udara hutan secara perlahan
- Mendengarkan suara alam seperti gemerisik daun atau aliran air
- Mengamati cahaya matahari di sela pepohonan
- Menikmati aroma alami tumbuhan dan tanah
- Mengurangi penggunaan perangkat digital
Aktivitas sederhana tersebut dipercaya membantu tubuh lebih rileks dan menurunkan tingkat stres secara alami.
Penelitian Sebut Forest Bathing Tingkatkan Sel NK
Manfaat forest bathing ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental. Penelitian yang diungkap Stanford Lifestyle Medicine menemukan bahwa terapi alam ini mampu meningkatkan aktivitas sistem imun tubuh.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 12 pria berusia 37 hingga 55 tahun mengikuti kegiatan berkemah dan forest bathing selama tiga hari di beberapa kawasan hutan berbeda.
Hasil Penelitian Forest Bathing
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sekitar 50 persen pada aktivitas sel Natural Killer (NK), yaitu sel imun yang berperan membantu tubuh melawan sel kanker dan infeksi virus.
Selain itu, terjadi peningkatan protein antikanker seperti:
- Perforin
- Granzim
- Granulysin
Penelitian lain juga menemukan bahwa kadar hormon stres kortisol cenderung menurun setelah seseorang melakukan forest bathing, sementara aktivitas sel NK meningkat.
Aroma Hutan Diyakini Berpengaruh pada Sistem Imun
Peneliti forest bathing, Qing Li, menjelaskan bahwa manfaat tersebut dipengaruhi oleh senyawa alami yang dilepaskan pohon dan tumbuhan di hutan.
