Iran Kirim Peringatan Keras ke Trump Jelang Kunjungan ke China, Singgung Konflik dan Diplomasi

Pemerintah Iran melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
foto : ilustrasi/geminiAI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pemerintah Iran melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjelang lawatannya ke China pada 13–15 Mei 2026. Teheran menegaskan Washington tidak boleh menganggap situasi tenang antara Iran dan AS saat ini sebagai kemenangan diplomatik maupun militer.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati. Pernyataan itu muncul di tengah kondisi gencatan senjata Iran-AS yang dinilai masih sangat rapuh dan penuh ketegangan.

Iran Tegaskan AS Bukan Pemenang Konflik

Ali Akbar Velayati yang juga mantan Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan pesan tegas kepada Donald Trump menjelang pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping.

Baca Juga:BGN Hentikan Sementara 240 SPPG Bermasalah, Program MBG Tetap BerjalanProposal Diplomatik Iran dan Respons Amerika Serikat: Analisis Penundaan Aksi Militer serta Prospek Perdamaian

Menurut Velayati, ketenangan situasi saat ini tidak bisa diartikan sebagai tanda kekalahan Iran.

Iran Sebut Berhasil Menang di Medan Konflik

Dalam pernyataannya kepada media semi-resmi Tasnim, Velayati mengatakan Iran telah berhasil menghadapi tekanan Amerika Serikat selama konflik berlangsung.

Ia bahkan menegaskan AS tidak seharusnya merasa unggul dalam jalur diplomasi setelah situasi mereda.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari stabil meski gencatan senjata sementara tetap berlaku.

Gencatan Senjata Iran-AS Masih Sangat Rapuh

Ketegangan antara kedua negara belum benar-benar berakhir. Sebelumnya, Donald Trump menyebut gencatan senjata Iran-AS berada dalam kondisi “massive life support” atau sangat rapuh.

Situasi itu diperburuk dengan langkah Iran dan Amerika Serikat yang disebut sama-sama memblokir Selat Hormuz selama masa gencatan senjata berlangsung.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi global karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi internasional dan harga energi global.

Baca Juga:Donald Trump Dinilai Kehilangan Kendali, Konflik Iran Disebut Makin Sulit DiakhiriRupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Sentimen yang Mempengaruhi

Kondisi ini membuat banyak negara terus memantau perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat secara ketat.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping Jadi Sorotan

Kunjungan Donald Trump ke Beijing menjadi lawatan pertamanya ke China pada masa jabatan kedua sebagai Presiden AS.

Pertemuan dengan Xi Jinping diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan ekonomi hingga keamanan global.

0 Komentar