Donald Trump Dinilai Kehilangan Kendali, Konflik Iran Disebut Makin Sulit Diakhiri

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai mulai kehilangan keuntungan strategis dalam menghadapi Iran.
src-img : ofc.ig @realdonaldtrump
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai mulai kehilangan keuntungan strategis dalam menghadapi Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Tekanan politik, sanksi ekonomi, hingga langkah militer yang dilakukan Washington sejauh ini belum berhasil memaksa Teheran menerima syarat perdamaian yang diinginkan AS.

Sejumlah analis menilai situasi justru berbalik menekan pemerintahan Trump. Konflik yang berkepanjangan dinilai membuat posisi Amerika Serikat semakin sulit, baik di kawasan Timur Tengah maupun dalam persaingan geopolitik global.

Strategi Donald Trump Dinilai Mulai Kehilangan Efektivitas

Selama ini, Donald Trump dikenal sering menggunakan istilah “memegang kartu” untuk menggambarkan posisi tawar Amerika Serikat dalam berbagai negosiasi internasional. Istilah itu merujuk pada keyakinannya bahwa kekuatan militer dan pengaruh politik AS mampu membuat lawan akhirnya tunduk.

Namun dalam konflik Iran, strategi tersebut disebut mulai kehilangan efektivitas.

Baca Juga:Cara Dapat Saldo DANA Gratis 2026 dari Aplikasi Penghasil Uang yang Terbukti MembayarIsrael dan Amerika Serikat Berselisih Arah dalam Kebijakan terhadap Iran

Direktur Program Timur Tengah di Center for Strategic and International Studies, Mona Yacoubian, mengatakan Trump saat ini tidak memiliki banyak opsi strategis untuk menekan Iran.

Menurutnya, tekanan politik maupun militer yang selama ini digunakan Washington belum mampu membuat Iran melunak. Sebaliknya, Teheran justru masih mampu mempertahankan pengaruhnya meski mendapat tekanan besar dari AS dan sekutunya.

Iran Tetap Bertahan di Tengah Tekanan

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Iran tetap menunjukkan perlawanan meski dilaporkan kehilangan sejumlah petinggi militernya dalam konflik yang berlangsung.

Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa perang dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Beberapa faktor yang dinilai membuat Iran masih bertahan antara lain:

  • Dukungan jaringan militer dan politik di kawasan
  • Kontrol strategis terhadap Selat Hormuz
  • Ketahanan menghadapi sanksi ekonomi
  • Dukungan internal rezim yang masih cukup kuat

Para pengamat menilai tekanan ekonomi dan manuver militer Amerika Serikat belum cukup untuk mengubah sikap Teheran secara signifikan.

Iran Balas Tekanan Amerika Serikat

Konflik semakin memanas setelah Trump bergabung dengan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.

0 Komentar