Ribuan masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya memadati Jalan Pasuketan hingga Alun-Alun Sangkala Buana Kasepuhan pada Minggu malam. Mereka antusias menyaksikan Kirab Mahkota Binokasih atau Kirab Milangkala Tatar Sunda yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Cirebon.
Sejak Minggu petang, warga sudah memadati kawasan depan gedung BAT Jalan Pasuketan Kota Cirebon untuk menyaksikan kirab budaya yang mempertemukan tradisi Sunda dan Cirebon. Acara dimulai sekitar pukul tujuh lebih tiga puluh menit malam dengan rute melintasi Jalan Pekiringan, Petratean, Pulasaren, simpang Gereja Advent, dan berakhir di Alun-Alun Sangkala Buana Kasepuhan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara ini. Di antaranya Wali Kota Cirebon beserta Ibu Wali Kota, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala SKPD Kota Cirebon, Bupati Indramayu, hingga pejabat dari luar Kota Cirebon termasuk sejumlah SKPD Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:KNPI Kota Cirebon Panen Perdana Ikan Lele, Dorong Kemandirian Pemuda dan Ketahanan PanganMancing Bersama di Irigasi Sibunder Gerakkan Ekonomi Masyarakat – Video
Kirab Milangkala Tatar Sunda menjadi perpaduan antara prosesi budaya, sejarah, dan nilai-nilai leluhur yang masih dipertahankan hingga kini. Dalam kebudayaan asli Indonesia, berbagai tradisi digelar dengan tujuan menjaga keseimbangan alam dan memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Jika menilik definisi, secara etimologi, kirab merupakan istilah yang merujuk pada perarakan atau iring-iringan yang dilakukan secara teratur dalam suatu rangkaian acara adat, keagamaan, dan kebudayaan. Sementara itu, Milangkala dalam bahasa Sunda berarti peringatan hari jadi atau perhitungan waktu.
Maka dari itu kemeriahan kirab Minggu malam tak lepas dari peserta kirab yang menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan khas dari dua puluh tujuh kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Mulai dari tari tradisional, musik daerah, busana adat, hingga atraksi seni budaya ditampilkan sepanjang jalur kirab.
Penampilan tersebut berhasil membuat antusiasme dan takjub masyarakat yang memadati sepanjang jalur kirab. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
Kirab ini juga menjadi momen pertemuan budaya antara Tatar Sunda dan Cirebon. Sebagai daerah pesisir yang memiliki karakter budaya tersendiri, Cirebon dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga dan merawat warisan budaya di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, Kirab Milangkala bukan sekadar menghadirkan cerita masa lalu. Menurutnya, budaya harus menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah dan masa depan masyarakat Jawa Barat.