Tragedi 3 Pendaki Tewas di Dukono: Pemda Tutup Jalur, Warga Ciayumajakuning Diimbau Siaga

Gunung Dukono
Tiga pendaki tewas akibat erupsi Gunung Dukono. Pemerintah setempat menutup total jalur pendakian. Warga Ciayumajakuning diminta tingkatkan mitigasi bencana, terutama dari ancaman Gunung Ceremai. Foto : Pinterest
0 Komentar

Waspada dan Kesiagaan Ciayumajakuning: Belajar dari Tragedi Dukono

Meskipun Gunung Dukono berada jauh di Maluku Utara, tragedi ini adalah pengingat keras bagi wilayah Ciayumajakuning. Wilayah kita dilingkupi oleh potensi bencana yang tidak kalah mengancam, terutama yang bersumber dari Gunung Ceremai (Cereme) dan siklus hidrometeorologi.

Apa yang harus dilakukan Pemda dan Warga Ciayumajakuning?

1. Mitigasi Bencana Gunung CeremaiAktivis lingkungan Kuningan, Yudi Setiadi, mengingatkan bahwa kondisi hulu Gunung Ceremai saat ini berada pada titik krusial. Kerusakan di kawasan hulu berdampak langsung ke hilir (Cirebon, Indramayu, dll) dalam bentuk banjir bandang dan krisis air . Pemerintah daerah harus memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan tidak ada aktivitas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC).

2. Memperkuat Sistem Mitigasi dan EdukasiPemerintah Kota Cirebon melalui Walikota Effendi Edo sebenarnya telah memulai langkah maju dengan menyelenggarakan Apel Siaga Bencana di Harjamukti pada Mei 2025 lalu. Saat itu, Pemkot memperkuat Kelurahan Tangguh Bencana dan sistem peringatan dini .

Baca Juga:Abu Vulkanik Gunung Dukono Mulai Ganggu Aktivitas Warga, Ini Wilayah TerdampaknyaTinggi Kolom Abu Gunung Dukono Terbaru Capai 4.300 Meter, Aktivitas Erupsi Masih Tinggi

3. Pilah Informasi dan Ikuti Arahan ResmiSeperti halnya pendaki Dukono yang mungkin mengabaikan status waspada, masyarakat Ciayumajakuning harus lebih melek literasi kebencanaan. Jika BMKG atau BPBD mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem atau status gunung api, patuhi imbauan tersebut. Jangan memaksakan aktivitas di zona berbahaya demi alasan wisata atau pekerjaan.

4. Pemeriksaan Infrastruktur DaruratPemkab Cirebon dan REI telah menyepakati investasi perumahan berbasis mitigasi bencana . Ini adalah langkah baik. Pastikan rumah tinggal, terutama di bantaran sungai (seperti yang rawan meluap di Cirebon dan Indramayu), memiliki jalur evakuasi yang jelas.

Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan

Agar kejadian serupa tidak terjadi di wilayah Ciayumajakuning, kami merekomendasikan:

  1. Turunkan Tim Gabungan: BPBD Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu harus rutin melakukan inspeksi ke kawasan rawan longsor di lereng Gunung Ceremai.
  2. Sosialisasi Massif: Gunakan media lokal dan pengeras suara masjid/kelurahan untuk mengingatkan warga tentang bahaya cuaca ekstrem dan erupsi.
  3. Simulasi Bencana: Warga Cirebon harus aktif dalam simulasi yang diadakan Pemkot, jangan dianggap remeh.
0 Komentar