RADARCIREBON.TV – Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah sekitar gunung pada Selasa, 12 Mei 2026. Aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang terdampak hujan abu akibat arah angin yang berubah-ubah.
Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, kolom abu vulkanik Gunung Dukono sempat mencapai ribuan meter di atas puncak gunung. Abu berwarna kelabu pekat terlihat menyebar mengikuti arah angin menuju beberapa kawasan permukiman warga di sekitar Halmahera Utara.
Sejumlah wilayah yang berada tidak jauh dari kawasan Gunung Dukono dilaporkan mulai merasakan dampak hujan abu vulkanik, terutama desa-desa yang berada di jalur arah angin dari kawah aktif. Abu tipis hingga sedang dilaporkan menempel di atap rumah, jalan, kendaraan, hingga area perkebunan milik warga.
Baca Juga:Peluang Persib Juara BRI Super League 2026 Masih Terbuka, Ini Skenario yang Bisa TerjadiSisa Pertandingan Persib Bandung Musim Ini Jadi Penentu Gelar Juara BRI Super League 2026
Warga di sekitar Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, dan beberapa desa di kawasan Halmahera Utara mulai diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Abu vulkanik yang beterbangan di udara berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan jika terhirup dalam waktu lama.
Selain berdampak pada kesehatan, abu vulkanik juga mulai memengaruhi aktivitas harian masyarakat. Beberapa warga mengaku memilih mengurangi aktivitas di luar ruangan karena kondisi udara yang terasa lebih pekat dibanding biasanya. Jalanan dan halaman rumah juga terlihat mulai tertutup lapisan abu tipis sejak erupsi terjadi.
Petugas pemantauan gunung api menjelaskan bahwa arah sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi angin di sekitar Gunung Dukono. Karena itu, wilayah terdampak abu vulkanik kemungkinan masih dapat bertambah apabila aktivitas erupsi terus berlangsung dalam intensitas tinggi.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan. Masyarakat diminta segera membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah untuk menghindari risiko kerusakan apabila hujan turun dan membuat beban atap menjadi lebih berat.
Selain itu, warga juga diimbau menutup sumber air bersih dan tempat penyimpanan makanan agar tidak tercemar abu vulkanik. Langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat selama aktivitas Gunung Dukono masih berlangsung.
