Update Erupsi Gunung Dukono 12 Mei 2026 Siang Terkini: Waspada Abu Vulkanis Mengarah ke Timur

Gunung Dukono
Erupsi Gunung Dukono pada siang hari, 12 Mei 2026, dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter. Status masih Waspada (Level II) dan masyarakat diimbau pakai masker. Foto : Pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas erupsi signifikan pada Selasa siang, 12 Mei 2026. Berdasarkan pantauan pos pengamatan gunung api setempat, erupsi terjadi sekitar pukul 10.47 WIT dan menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak.

PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) hingga pukul 12.00 WIT masih mempertahankan status Gunung Dukono pada Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer.

Status Terkini Gunung Dukono Siang Ini Masih Level II

Hingga siang ini, 12 Mei 2026, PVMBG belum menaikkan status Gunung Dukono meskipun frekuensi erupsi meningkat dalam 48 jam terakhir. Berdasarkan data rekaman seismograf, pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIT tercatat:

Baca Juga:BPNT Tahap 2 2026 Kapan Cair? Info Terbaru Siang Ini dari Kemensos dan PT PosRupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Nilai Tukar Sentuh Level Terlemah 2026

  • 8 kali gempa erupsi dengan amplitudo 15–28 mm
  • 2 kali gempa hembusan dengan durasi hingga 45 detik
  • Asap kawah bertekanan sedang dengan warna kelabu tebal

Kondisi ini masih dalam kategori aktivitas normal Gunung Dukono yang memang terkenal sebagai gunung api tipe strombolian dengan erupsi hampir setiap hari sejak 1933.

Arah Sebaran Abu Vulkanis Jadi Perhatian Utama

Berdasarkan analisis balai besar meteorologi setempat, arah angin siang ini dominan ke timur dan timur laut. Hal ini menyebabkan abu vulkanis dari erupsi Gunung Dukono berpotensi terdampak ke wilayah:

  • Kecamatan Tobelo
  • Kecamatan Galela
  • Sekitar bandara Bandara Kuabang (KAZ)

Masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan ISPA disarankan menggunakan masker saat keluar rumah. Masker N95 atau masker kain basah direkomendasikan untuk menyaring partikel abu halus yang dapat menyebabkan iritasi.

Mengapa Gunung Dukono Sulit Diprediksi Sepenuhnya?

Expert insight dari volkanologis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut Gunung Dukono memang memiliki karakter unik. Berbeda dengan Gunung Merapi atau Semeru, Dukono mengalami erupsi terus-menerus (continuous eruption) sejak 1933 tanpa henti.

“Gunung Dukono tidak memiliki pola jeda yang jelas. Yang bisa kita pantau adalah intensitas dan arah abu, bukan prediksi kapan erupsi besar berikutnya terjadi,” jelas sumber dari pos pengamatan setempat.

Karena itu, update erupsi Gunung Dukono per jam sangat krusial bagi penerbangan dan aktivitas pelabuhan laut di sekitarnya.

0 Komentar