“Kalau Rp40 juta itu ideal, bisa untuk bedah rumah dari awal. Kalau sekarang masih Rp20 juta, tentu sangat terbatas,” ujarnya.
Respon Positif Kepala Desa Melakasari
Kepala Desa Melakasari, Sochibi, mengaku bersyukur karena usulan bantuan rumah untuk warganya mendapat respons cepat dari Pemkab Cirebon.
“Kami mengucapkan terima kasih sekali karena memang program ini sangat membantu. Rumah-rumah yang tadi dilihat sangat tidak layak sekali dan memprihatinkan,” katanya.
Baca Juga:Rekomendasi Wisata Dekat Cirebon untuk Libur Pertengahan Mei 2026Besok Libur Apa? 14 Mei 2026 Ternyata Hari Kenaikan Yesus Kristus, Cek Daftar Libur Mei 2026
Ribuan Keluarga Masih Menanti
Kini, ribuan warga Kabupaten Cirebon masih menanti harapan yang sama. Di balik dinding bambu rapuh dan atap bocor yang mereka tempati setiap hari, tersimpan mimpi sederhana: memiliki rumah yang aman, nyaman, dan layak untuk masa depan keluarga mereka.
Dengan total 12.146 Rutilahu yang tersebar di berbagai desa, perjalanan masih panjang. Namun langkah nyata yang telah dilakukan Pemkab Cirebon melalui program BBRS, alokasi APBD, dan upaya menjaring bantuan dari provinsi hingga pusat menjadi secercah harapan.
Fakta Menarik Program Bedah Rumah Kabupaten Cirebon
Tahukah Anda? Program Bantuan Bedah Rumah Se-Kabupaten Cirebon (BBRS) pertama kali digulirkan pada tahun 2023. Sejak saat itu, ribuan rumah telah berhasil direnovasi atau dibangun ulang.
Program ini tidak hanya menyasar rumah milik warga miskin ekstrem, tetapi juga rumah milik lansia tunggal, penyandang disabilitas, dan keluarga dengan anggota sakit kronis.
