Terdegradasi dan Kini Terancam Minus Poin, PSBS Biak Dihantam Masalah Baru

foto
PSBS Biak/ PSBS
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kabar kurang bagus datang dari PSBS Biak jelang musim baru kompetisi sepak bola Indonesia. Klub asal Papua itu dipastikan menjadi satu-satunya tim yang gagal memenuhi syarat lisensi untuk Super League 2025/2026.

Hal tersebut diumumkan langsung oleh pihak I.League setelah proses Licensing Cycle selesai dilakukan. Dari total 18 klub peserta Super League musim depan, ada 17 klub yang dinyatakan lolos dan memenuhi semua standar yang ditetapkan. Sementara PSBS Biak justru harus menerima kenyataan pahit karena tidak berhasil memenuhi beberapa syarat penting.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa masalah utama PSBS Biak ada pada beberapa poin kategori A. Dalam aturan lisensi klub, kategori ini sifatnya wajib dipenuhi dan tidak bisa ditawar.

Baca Juga:Daftar Gaji Pemain MLS 2026: Messi Paling Tajir, Son Heung-min Langsung Masuk EliteThailand Open 2026: Ginting Tumbang dari Shi Yu Qi, Akui Masih Kesulitan Lawan Pemain Top Dunia

Kalau ada syarat kategori A yang gagal dipenuhi, maka klub otomatis dianggap tidak lolos lisensi. Itulah yang sekarang terjadi pada PSBS Biak.

Sebenarnya kondisi ini tidak terlalu mengejutkan. Dalam beberapa bulan terakhir, PSBS memang sempat diterpa masalah finansial yang cukup serius. Klub tersebut dikabarkan menunggak pembayaran gaji pemain dan pelatih sampai empat bulan.

Situasi itu bahkan sempat membuat suasana tim memanas. Beberapa pemain dikabarkan kecewa dan mengancam mogok latihan maupun tidak mau bertanding kalau hak mereka belum diselesaikan.

Masalah keuangan seperti ini memang jadi salah satu aspek penting dalam penilaian lisensi klub profesional. Liga ingin memastikan setiap klub punya kondisi finansial yang sehat agar kompetisi berjalan lebih profesional dan stabil.

Yang makin berat, PSBS Biak juga sudah dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan setelah finis sebagai juru kunci klasemen Super League musim ini. Jadi setelah gagal bertahan di kasta tertinggi, mereka sekarang juga terancam mendapat hukuman tambahan.

I.League menyebut PSBS kemungkinan akan memulai musim depan dengan pengurangan poin. Meski begitu, sampai sekarang belum diumumkan berapa jumlah poin yang akan dipotong.

Asep Saputra mengatakan keputusan soal sanksi memang sudah ada, namun klub masih diberi kesempatan untuk mengajukan banding. Jadi masih ada peluang bagi PSBS untuk memperbaiki situasi mereka sebelum kompetisi baru dimulai.

0 Komentar