2. Kurs Dolar Menguat
Sebagian besar transaksi industri penerbangan menggunakan dolar AS.
Saat rupiah melemah, biaya maskapai otomatis meningkat.
3. Permintaan Penumpang Naik
Menjelang musim liburan dan hari besar, permintaan tiket melonjak drastis.
4. Jumlah Pesawat Terbatas
Sebagian maskapai masih melakukan efisiensi armada pasca-pandemi.
Masyarakat Mulai Mengeluh
Di media sosial, banyak pengguna mengaku mulai kesulitan membeli tiket pesawat untuk perjalanan keluarga maupun pekerjaan.
Sebagian bahkan membandingkan harga tiket domestik dengan penerbangan internasional yang dinilai tidak berbeda jauh.
Fenomena ini membuat tagar terkait tiket pesawat mahal mulai ramai diperbincangkan di X dan TikTok.
Industri Pariwisata Bisa Terdampak
Kenaikan tiket pesawat juga dikhawatirkan berdampak pada sektor pariwisata nasional.
Jika harga penerbangan terus meningkat:
Baca Juga:Kronologi Pesawat Garuda Indonesia Berputar 4,5 Jam di Langit India, Imbas Penutupan Ruang UdaraSiap-siap Mudik Santai! WFA Lebaran 2026 Berlaku, Tiket Kereta & Pesawat Diskon
- Wisatawan domestik bisa menurun
- Mobilitas masyarakat berkurang
- Hotel dan UMKM wisata terdampak
- Daerah tujuan wisata kehilangan pengunjung
Karena itu, pemerintah kini berada dalam posisi penting untuk menjaga keseimbangan antara industri penerbangan dan daya beli masyarakat.
Publik Menunggu Langkah Nyata Pemerintah
Sejumlah pengamat menilai koordinasi cepat sangat dibutuhkan agar harga tiket tidak terus melonjak dalam beberapa bulan ke depan.
Publik kini menunggu apakah pemerintah akan:
- Memberi subsidi tertentu
- Menurunkan pajak aviasi
- Mengatur batas tarif
- Menstabilkan distribusi avtur
atau mencari solusi lain demi menjaga keterjangkauan transportasi udara di Indonesia.
