Pengusaha Khawatir Rupiah Tembus Rp17.600, Ancaman PHK Massal Mengintai Industri dan UMKM

Rupiah melemah
ancaman inflasi akibat pelemahan rupiah foto : pinterest
0 Komentar

Tekanan inflasi tersebut berpotensi memperlemah daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. Jika konsumsi rumah tangga melambat, roda ekonomi nasional ikut terancam melesu.

Di sisi lain, pelaku pasar global saat ini masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dunia. Kenaikan yield obligasi Amerika Serikat, konflik geopolitik Timur Tengah, serta lonjakan harga minyak dunia turut memperburuk tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pemerintah sendiri sebelumnya telah membentuk Satgas Mitigasi PHK untuk mengantisipasi risiko gelombang pemutusan hubungan kerja. Namun dunia usaha meminta langkah tersebut segera diwujudkan secara konkret, bukan hanya sebatas wacana.

Baca Juga:DPR Kritik BI soal Rupiah Melemah, Kondisi Kelas Menengah Ikut Jadi SorotanRupiah Anjlok ke Rp 17.675 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah dan Selat Hormuz Jadi Biang Kerok

Pelaku industri berharap pemerintah dan Bank Indonesia dapat menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan moneter yang tepat serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai kondisi Indonesia saat ini masih berbeda dibanding krisis moneter 1998. Fundamental perbankan dinilai lebih kuat dan cadangan devisa nasional relatif lebih stabil.

Namun jika tekanan rupiah terus berlangsung dalam jangka panjang, ancaman perlambatan ekonomi dan pengurangan tenaga kerja tetap menjadi risiko nyata yang harus diwaspadai. Saat kurs dolar bergerak liar, bukan hanya pasar saham yang terguncang, tetapi juga nasib jutaan pekerja yang ikut berada di ujung ketidakpastian.

0 Komentar