Conte sendiri sudah memiliki pengalaman nyata di panggung internasional. Mantan pelatih Chelsea itu sempat menukangi Italia selama dua tahun (2014–2016). Ia mencatatkan 14 kemenangan dari 25 pertandingan, dan sukses membawa mereka lolos ke perempat final Euro 2016. Di usianya yang menginjak 56 tahun, hasratnya untuk membawa Azzurri kembali ke papan atas Eropa masih menggebu-gebu. Gazzetta dello Sport bahkan menyebut bahwa ia secara blak-blakan mencalonkan dirinya sendiri. “Jika saya menjadi presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan diri saya sebagai kandidat,” ujar Conte beberapa waktu lalu.
Pesaing Berat dan Masa Depan Napoli
Kendati menjadi kandidat terkuat, Conte harus bersaing dengan nama-nama seperti Massimiliano Allegri (AC Milan), Roberto Mancini (eks Arab Saudi), hingga Simone Inzaghi. Namun, keinginan kuat Conte untuk kembali ke pangkuan FIGC membuat FIGC kemungkinan akan menjadikannya prioritas utama.
Sementara itu, Napoli, yang terancam kehilangan sang juru taktik, diprediksi akan bergerak cepat mendatangkan pelatih baru seperti Sarri dan Allegri untuk mengisi pos yang ditinggalkan Conte di musim panas nanti.
