RADARCIREBON.TV– Publik sepak bola Italia beramai-ramai menyoroti rekor transfer Como 1907 dan menuding keberhasilan mereka lolos ke kompetisi Eropa musim depan hanyalah hasil dari “bola uang” alias money ball. Sindiran tersebut langsung ditepis dengan keras oleh Cesc Fabregas. Pelatih sekaligus minoritas owner yang membawa klub promosi itu terbang tinggi menyebutkan kritik tersebut tidak sepenuhnya benar, karena nyatanya anggaran gaji tim mereka lebih rendah dari para pesaing di atasnya.
Di tengah gemuruh euforia tim promosi yang lolos ke Liga Europa setelah mengalahkan Parma 1-0 di pekan ke-37, eks gelandang Arsenal dan Barcelona itu mulai tancap gas memberikan klarifikasi. Ia tidak hanya mengandalkan argumen verbal, tetapi juga bergerak membuka data transparan untuk menunjukkan bahwa keberhasilan ini adalah buah pembangunan tim dan organisasi yang kokoh.
Lolos Eropa di Stadion yang ‘Nyaman’, Target Liga Champions Masih Terbuka
Gol yang dicetak oleh Alberto Moreno pada babak kedua berhasil memastikan tiga poin di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin (18/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan Como tidak akan tergeser dari posisi kelima hingga batas akhir musim, zona yang memberikan tiket emas ke ajang Europa League 2026/27.
Baca Juga:Jadwal Freiburg vs Aston Villa Final Liga Europa 2026 Dini Hari Jam 02.00 WIB, Apakah Live di SCTV?Skuad Resmi Brasil untuk Piala Dunia 2026: Neymar Kembali, Carlo Ancelotti Bawa Kombinasi Bintang Muda dan Sen
Meski secara matematis sudah aman di papan atas, Fabregas menegaskan timnya belum puas. Mereka masih memiliki misi tambahan di pekan terakhir: mengejar mimpi besar menembus zona Champions. “Ini adalah pertandingan penting, untuk terus memperjuangkan mimpi, yang lebih dari sekadar mimpi. Kami telah menjalani perjalanan ini dengan organisasi dan kualitas,” ujar pelatih berusia 39 tahun itu kepada Sky Sport Italia, seperti dikutip Bola.net (18/5).
Sindiran ‘Money Ball’ dan Kerja Sama yang Tak Bisa Dipisahkan dari Proses
Sukses Como tentu tidak lepas dari suntikan dana investor yang cukup deras dalam dua musim terakhir. Namun, Fabregas menilai itu hanyalah salah satu bagian dari proses jangka panjang, bukan satu-satunya faktor penentu. Ia mengaku kesal karena pencapaian bersejarah ini direduksi hanya menjadi soal besarnya pengeluaran.
“Ada banyak pembicaraan tentang uang yang kami habiskan, tetapi jika Anda mau, saya dapat menunjukkan kepada Anda di mana 15 pemain yang paling banyak bermain musim ini berada dua tahun lalu,” balas Fabregas menantang para pengkritik. Mantan gelandang Timnas Spanyol itu menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sepenuhnya jujur. Ia juga menyebutkan fakta bahwa beban finansial di kubu mereka masih lebih rendah dibandingkan rival-rival papan atas.
