RADARCIREBON.TV – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permohonan maaf di hadapan sejumlah investor dan pengelola aset global dalam kunjungannya ke Singapura. Pertemuan ini berlangsung di tengah gejolak pasar yang melanda Indonesia akhir-akhir ini.
Dalam dokumentasi yang diunggah di Instagram pribadinya pada Kamis (21/5/2026) pagi, Luhut mengaku pertemuan itu sekaligus dimanfaatkan untuk menerima masukan dari investor global. Ia juga menjelaskan kondisi riil perekonomian Indonesia.
Saya juga minta maaf, mungkin sebagian dari Anda terdampak negatif oleh situasi ini, kata Luhut, saat memberi penjelasan kepada investor yang hadir.
Baca Juga:Mulai dari Otto Hasibuan Hingga Luhut, Berikut Daftar Menteri Kabinet Merah Putih PrabowoHaris Azhar dan Fatia Divonis Bebas Atas Dakwaan Pencemaran Nama Baik Luhut, Peserta Sidang Langsung Teriak Menang
Luhut pun mengunduh sejumlah video dari pertemuan tersebut ke akun media sosialnya. Ia terlihat duduk di ruang pertemuan yang cukup besar, ditemani oleh rombongan terbatas.
Inflasi Terkendali, Harga Minyak Jadi Biang Kerok
Padahal sejauh ini, kata Luhut, pemerintah Indonesia telah menjaga inflasi tetap terkendali di angka 2,4 persen. Angka ini relatif rendah dibandingkan negara-negara lain.
Kami berusaha agar tidak turun, tetapi sejujurnya kepada Anda, sekali lagi karena hanya minyak, imbuhnya.
Luhut menegaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus 100 dollar AS per barel menjadi penyebab utama gejolak. Angka ini jauh berbeda dengan asumsi APBN 2026 yang berada di level 70 dollar AS per barel.
Selisih 30 dollar AS per barel ini memberikan tekanan luar biasa pada APBN. Pemerintah harus mengeluarkan subsidi energi lebih besar, sementara pendapatan negara dari sektor lain belum tentu bisa menutupinya.
Pemerintah Sudah Siapkan Berbagai Skenario
Meskipun demikian, Luhut menegaskan kepada para investor bahwa pemerintah Indonesia telah membuat berbagai skenario. Terutama dalam menghadapi tingginya harga minyak mentah dunia.
Kami tidak tinggal diam. Ada skenario-skenario yang sudah disiapkan untuk menjaga stabilitas, jelas Luhut.
Baca Juga:Hampir Podium di WorldSSP Ceko 2026, Aldi Satya Mahendra Makin Pede: Target Lima Besar di Seri Selanjutnya!Jadwal Lengkap Turnamen Voli AVC 2026: Indonesia Siap Tarung di AVC Women's Cup hingga Asian Games!
Salah satu skenario yang dimaksud adalah optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam. Selain itu, efisiensi belanja negara juga terus dilakukan.
Dari dalam negeri, Luhut juga menjelaskan bahwa otoritas pasar modal Indonesia telah menjalankan reformasi besar-besaran. Tujuannya agar iklim investasi di bursa lebih transparan dan menghindari manipulasi oleh kelompok tertentu.
