RADARCIREBON.TV – Kabar mengejutkan mengguncang jagat sepak bola Eropa. Pep Guardiola resmi mengumumkan bahwa musim panas 2026 akan menjadi akhir dari petualangannya selama satu dekade sebagai nakhoda Manchester City. Pengumuman itu disampaikan klub melalui video khusus bertajuk “My City” pada Jumat (22/5/2026), sehari menjelang laga kandang terakhir The Citizens di Premier League. Ini bukan sekadar akhir kontrak biasa, melainkan babak pamungkas dari era paling dominan dalam sejarah sepak bola Inggris modern.
Di tengah masa transisi klub yang akan kehilangan sang arsitek kejayaan, petinggi City mulai tancap gas mengamankan suksesor. Tidak hanya mengandalkan proses rekrutmen biasa, manajemen The Sky Blues juga bergerak cepat mengarahkan pilihan kepada mantan asisten Guardiola, Enzo Maresca, yang dipandang sebagai figur paling tepat untuk melanjutkan fondasi sepak bola total yang telah dibangun selama hampir satu dekade.
Pesan Pamit Memilukan: ‘Jangan Tanya Alasan Kepergian Saya’
Dalam video berdurasi sekitar tiga menit yang diunggah di akun resmi klub, Guardiola yang kompak dengan setelan jas hitam tampil di depan latar belakang lorong stadium yang gelap untuk menyampaikan pesan pamitnya yang sarat makna.
Baca Juga:Bidikan Meriam Kembali Meletus usai 22 Tahun Lalu, Arsenal Sudah Fokus Buru Kroupi & AlvarezNorwegia Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Siap Jadi Kuda Hitam Turnamen
Pelatih asal Spanyol itu mengawali dengan mengakui bahwa ia sangat menikmati waktu-waktu indah yang dihabiskan bersama Manchester, mulai dari bersenda gurau dengan musisi Noel Gallagher hingga berjumpa langsung dengan para pekerja pabrik kota industri. Namun, sang maestro yang masih mengantongi sisa kontrak hingga Juni 2027 memilih untuk mengundurkan diri lebih cepat karena perasaan naluriah yang sulit dijelaskan secara logika.
“Jangan tanya alasan kepergian saya. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu ini waktunya,” ujar Guardiola dalam video tersebut dengan pandangan mata yang teduh.
Ia melanjutkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. “Jika ada yang abadi, saya pasti akan berada di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang saya miliki untuk Manchester City,” lanjut pelatih berusia 55 tahun itu.
Dalam momen yang mengharukan itu, Guardiola juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah menopangnya selama masa-masa tergelap, termasuk saat ia kehilangan sang ibunda di masa pandemi. “Cris (istri Guardiola), anak-anak saya, seluruh keluarga saya, kalian selalu ada. Dan Kaldoon (Khaldoon Al Mubarak), Anda juga selalu ada,” pungkasnya sembari menahan getar suara.
