RADARCIREBON.TV – Bintang muda Bayern Munich, Lennart Karl, bisa saja tidak pernah berseragam merah-putih saat ini. Mantan pelatih muda VfB Stuttgart sekaligus 1. FC Magdeburg, Markus Fiedler, mengungkap bahwa gelandang serang berusia 18 tahun itu nyaris dua kali bergabung dengan salah satu rival FC Bayern di Bundesliga, termasuk proses negosiasi yang berjalan lancar sebelum akhirnya kandas. Hal ini bukan sekadar cerita masa lalu biasa, melainkan potret nyata bagaimana garis tipis antara menjadi bintang Bayern atau justru bersaing melawan mereka di kancah tertinggi Jerman.
Di tengah musim impresifnya bersama Die Roten, di mana ia sukses menembus timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026, fakta-fakta mengejutkan dari masa lalu Karl mulai terkuak. Markus Fiedler, arsitek di balik upaya perekrutan tersebut, mulai tancap gas membuka suara ke publik. Tidak hanya mengungkap satu, ia juga membeberkan bahwa dua klub berbeda sempat sangat dekat dengan sang pemain, sebuah proyek yang sayangnya gagal total karena faktor hati sang pemain yang sudah terlanjur biru.
Dua Kali Hampir, Dua Kali Gagal
Dilansir dari Goal.com Indonesia pada Jumat (22/5/2026), kisah ini pertama kali terjadi pada awal tahun 2022. Saat itu, Karl baru saja kembali ke klub masa kecilnya, Viktoria Aschaffenburg, setelah empat setengah tahun bergabung dengan akademi Eintracht Frankfurt. Markus Fiedler, yang saat itu menjabat sebagai pelatih tim muda VfB Stuttgart, melihat peluang emas dan langsung bergerak cepat.
Baca Juga:Line Up Bayern Munich vs FC Koln: Harry Kane Starter, Neuer dan Kimmich Jadi Andalan di Allianz ArenaBayern Munich Gasak Koln 2-0, Harry Kane Cetak Brace Cepat di Menit 13
“Dia hampir saja bergabung dengan tim U-17 saya di VfB. Ada pembicaraan yang baik, tapi dia akhirnya memilih FC Bayern,” kata Fiedler dalam wawancara dengan Münchner Merkur.
Fiedler menjelaskan bahwa saat itu proses negosiasi dengan Stuttgart berjalan sangat baik. Karl bahkan sudah “satu kaki” masuk ke skuad U-17 Stuttgart, dan sang pemain akan langsung diintegrasikan ke tim utama U-17 sebagai pemain C-Jugend. Orang tua Karl pun disebut Fiedler yakin bahwa pindah ke Stuttgart akan menjadi pilihan yang baik untuk perkembangan karier putra mereka.
Namun, hambatan terbesar justru datang dari hati sang pemain. Sejak kecil, Karl adalah penggemar fanatik FC Bayern. “Anak itu sudah menjadi penggemar FC Bayern sejak kecil, bahkan tidur dengan seprai FC Bayern. Jadi, hampir mustahil meyakinkannya secara emosional,” ungkap Fiedler. Karena kecintaannya yang mendalam kepada klub Bavaria itulah, pada musim panas 2022, Karl memilih untuk hengkang ke Munich daripada ke Stuttgart, mengakhiri negosiasi yang sempat berjalan manis tersebut.
