RADARCIREBON.TV– Laga antara Santos dan San Lorenzo di Copa Sudamericana dini hari tadi (20/5) panas bak minyak goreng di wajan! Pertandingan yang sempat diduga bakal mudah bagi tuan rumah ternyata berakhir dengan rating senggol-dendam, karena tim tamu yang tidak diunggulkan sukses mencuri poin lewat comeback dramatis. Ini bukan sekadar hasil imbang biasa, melainkan bukti nyata bahwa krisis mental menghantui skuad Peixe di kandang sendiri, apalagi tanpa amunisi utama mereka, sang superstar dunia Neymar.
Tanpa bisa mengandalkan sang mega bintang yang cedera ringan di betis, tuan rumah mulai tancap gas di awal laga dengan tempo super cepat. Mereka tidak hanya mengandalkan skema build up biasa, tapi juga bergerak liar melalui serangan balik ekspres, yang nyaris sempurna jika saja tidak hilang fokus di penghujung babak.
Gol Blitzkrieg: Unggul 2-0 dalam Sekejap!
Bermain di markas legendaris Vila Belmiro, Santos tampil seperti kesetanan. Baru 58 detik laga berjalan, bola liar dari Nahuel Perrito Barrios dikonversi menjadi gol cepat oleh Gabriel Bontempo setelah menerima umpan terobosan matang dari Miguel Terceros dan Gabigol. Bayangin, kopi aja belum sempat diseduh panas-panas, jala San Lorenzo udah bobol duluan!
Baca Juga:Casemiro Pilih Inter Miami! Duet dengan Messi di Amerika, LA Galaxy Gigit JariFinal Liga Champions: Luis Enrique Sebut Pengaruh Guardiola di Arsenal Terlihat Jelas
Gol pertama bagai pukulan KO bagi tim tamu asal Argentina yang sempat terpana. Skuad asuhan Gustavo Alvarez cuma bisa bertahan dan berusaha keluar dari tekanan, tetapi setiap serangan balik mereka dengan mudah diredam kiper San Lorenzo.
Bahkan, tepat sebelum turun minum, nasib kembali memeluk Santos. Di masa injury time babak pertama (45+1′), kiper Orlando Gill harus memungut bola lagi dari gawangnya. Tendangan bebas jarak jauh milik Gabigol nyasar mengenai pagar betis, mengubah arah bola, dan masuk ke gawang dengan posisi memalukan. Santos unggul 2-0, dan sepertinya pesta sudah di depan mata.
Comeback Kuda Hitam: 2-2 di Menit Akhir!
Siapa sangka, plot twist terjadi di babak kedua. Malah kebalikannya, Santos malah main ansich dan kebobolan.
San Lorenzo, yang tidak punya beban, mulai berani menekan. Santos yang kehilangan Neymar di lini depan gagal memanfaatkan peluang untuk membunuh pertandingan. Petaka mulai terjadi saat kiper Gabriel Brazao gagal mengamankan gawangnya dengan sempurna.
