RADARCIREBON.TV – Pemanggilan Neymar ke Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 yang ramai diperbincangkan publik, ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Di balik keputusan mengejutkan Carlo Ancelotti memanggil megabintang Santos itu, ada “perjanjian damai” yang melibatkan tiga tuntutan tegas. Ini bukan sekadar pemanggilan biasa, melainkan strategi si pelatih yang mau memanggil Neymar asalkan dia siap tidak menjadi pusat skuad.
Sejak pelatih berusia 66 tahun itu resmi memegang kendali Tim Samba, ia mulai tancap gas membangun tim baru. Tidak hanya mengandalkan nama besar, sang juru taktik juga bergerak menelpon langsung sang megabintang yang nyaris tiga tahun absen itu, untuk menjelaskan realita baru di ruang ganti selecao bahwa tidak ada pemain yang istimewa.
Perubahan Sikap Ancelotti: Dari Jeda Panjang, Kini Peluk Mesra
Keputusan Ancelotti membawa Neymar ke Amerika Serikat menjadi buah bibir, karena ini adalah panggilan pertama untuk pemain bernomor punggung 10 itu sejak Oktober 2023. Selama setahun lebih menukangi Brasil, Don Carlo memang belum pernah memanggil Neymar karena cedera panjang dan performa yang kurang meyakinkan.
Baca Juga:Skuad Resmi Brasil untuk Piala Dunia 2026: Neymar Kembali, Carlo Ancelotti Bawa Kombinasi Bintang Muda dan SenBrasil Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Neymar Cetak Sejarah Baru
Sang manajer melakukan “telepon perdamaian” rahasia kepada pemain Santos itu setelah mendengar keinginan kuatnya bermain di panggung dunia. Ia berkoordinasi dengan asistennya untuk melakukan panggilan video untuk membahas situasi terbaru tim, agar proses adaptasi berjalan lebih halus. Selama negosiasi itu, Neymar mendengar langsung tiga ultimatum penting yang harus dipatuhinya.
1. Ban Kapten Dilepas, Era Kepemimpinan Neymar Berakhir
Tuntutan pertama yang paling berat adalah Neymar tidak akan lagi menjabat sebagai kapten tim. Meski koleksi caps-nya mencapai 128 penampilan, membuatnya sebagai pemain paling senior,, pelatih asal Italia itu menginginkan suasana baru di ruang ganti untuk memupuk rasa percaya diri pemain lain.
Dengan status mentornya yang dilucuti, pemain berusia 34 tahun itu tidak lagi memiliki hak istimewa. Kepemimpinan kini dipegang oleh pemain lain yang dinilai lebih konsisten tampil.
2. Status ‘Superstar’ Dicabut, Neymar Harus Rela Jadi Cadangan
Konsekuensi logis setelah kehilangan ban kapten adalah statusnya sebagai pemain inti otomatis hangus. Ancelotti dengan gamblang menyebut bahwa starting XI sudah disusun, dan sang mega bintang tidak masuk dalam rencana awal itu untuk sementara. Jika Neymar ingin bermain, dia harus berjuang keras dan membuktikan ketajamannya selama sesi latihan, bukan karena namanya.
