Pelatih Inggris bahkan sempat menyebut sang pemain sedang dalam periode “full circle moment”, sebuah perjalanan yang berputar penuh dari jurang keputusasaan menuju puncak kebahagiaan setelah dipanggil. “Hari ini adalah momen yang melengkapi lingkaran hidup saya, dari keputusasaan hingga kegembiraan,” tulis Rashford, merujuk pada kegagalan pahitnya tidak masuk skuad Euro 2024 yang menjadi titik balik kebangkitannya.
‘Tim Impian’ Rashford yang Tak jadi Kenyataan
Spekulasi hubungan yang memburuk dengan MU muncul di tengah kabar bahwa ia sudah memutuskan untuk menolak pulang ke Old Trafford musim panas ini. Menurut laporan media Inggris, penyerang berusia 28 tahun itu disebut tidak yakin dengan proyek olahraga yang diusung Setan Merah saat ini, dan menganggap ambisi terbaiknya berada di tempat lain.
Namun, ada kabar ‘tukar guling’ yang menarik perhatian. Sebelum penolakan itu, MU sempat disebut-sebut berpotensi menggunakan Rashford sebagai alat tukar untuk mendapatkan gelandang Barcelona Frenkie de Jong. Namun, rencana itu pupus karena MU menolak mentah-mentah ide untuk menombok uang tunai 25 juta euro plus Rashford untuk mendapatkan sang pemain Belanda. Yang jelas, pelatih Carrick pun sebenarnya masih membuka pintu selebar-lebarnya bagi Rashford, asalkan Barcelona gagal mengaktifkan opsi beli permanennya. Namun, situasi saat ini sangat keruh mengingat ketidakpastian di Nou Camp dan harga sang pemain yang dianggap terlalu rendah oleh MU.
Baca Juga:Comeback Spesial usai Hampir 3 Tahun Absen, Putra Kebumen Ini Resmi Ganti Peran di Timnas U-19Derby London Panas di Ujung Tanduk: Satu Menuju Surga, Satu Terjun ke Neraka Championship
Kini, dengan segala klarifikasi yang sudah ia lakukan, Rashford berharap citranya sebagai loyalis fans MU tidak tercoreng. Toh, yang terpenting sekarang ia akan berusaha keras untuk meraih kepercayaan Tuchel di Piala Dunia 2026, sebuah panggung yang tak pernah ia bayangkan bisa ia injak beberapa musim lalu.
