Makna Tersembunyi Weton Sabtu Kliwon 23 Mei 2026: Hari 'Lakuning Bumi' dengan Jalan Rezeki Mulus dan Kharisma

Ilustrasi
kalender Jawa Sabtu Kliwon neptu 17 dengan latar wayang kulit sumber img: pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Hari ini, Sabtu (23/5/2026), kalender Jawa mencatatnya sebagai hari spesial yang bertemu dengan pasaran Kliwon dan berada di wuku Warigalit. Ini bukan sekadar penanda waktu biasa, melainkan cerminan energi unik yang konon membawa hoki tiada henti dan pesona alami. Dalam budaya Jawa yang sarat makna, gabungan Sabtu dan Kliwon ini menghasilkan neptu 17, angka yang cukup tinggi dan dipercaya memiliki berbagai tafsir mendalam tentang watak, rezeki, hingga kehidupan sosial seseorang.

Di tengah derasnya modernisasi, sistem penanggalan warisan leluhur ini masih kukuh menjadi pedoman masyarakat. Para sesepuh dan penikmat budaya mulai tancap gas mengkaji potensi hari ini. Mereka tak hanya berpatokan pada hitungan abstrak, tetapi juga bergerak mencari momentum baik untuk berbagai hajat, memanfaatkan keyakinan bahwa Sabtu Kliwon di bulan Besar 1959 adalah waktu yang membawa berkah.

Neptu 17 dan Makna Spiritual “Lakuning Bumi”

Keistimewaan hari ini terletak pada neptu 17, yang merupakan penjumlahan nilai Sabtu (9) dan pasaran Kliwon (8). Angka ini diyakini sebagai cerminan kesimbangan antara otoritas dan spiritualitas.

Baca Juga:IHSG dan Berita Saham Indonesia Terbaru 16 Mei 2026: Ambruk 22% Sejak Awal Tahun, Rupiah Tembus Rekor TerlemahBerita Duka! Ayah Pratama Arhan Meninggal Dunia Karena Penyakit Komplikasi

Dalam ramalan Primbon Jawa, watak Sabtu Kliwon memiliki dua sisi: bisa ramah dan rendah hati atau pemarah dan angkuh. Namun, keistimewaan utama weton ini adalah berada di bawah naungan Lakuning Bumi, yang membuat pemiliknya dermawan, suka memberi, dan menjadi pelindung yang baik bagi sekitarnya.

“Tunggak Semi”: Hoki yang Tak Pernah Padam

Salah satu ramalan paling menarik dari weton ini adalah hasil pancasuda-nya, yaitu Tunggak Semi. Ibarat pohon yang ditebang, tapi tunasnya tetap tumbuh lagi.

Ini pertanda bahwa jalur rezeki bagi pemilik weton ini dipercaya lumintu atau selalu mengalir. Penghasilan maupun kariernya tidak akan pernah benar-benar mandek. Konon, di usia-usia tertentu seperti 48, 78, dan 84 tahun, mereka diprediksi akan mendapat masa keemasan rezeki terbaik.

Kharisma Naungan “Sang Hyang Asmara” dan Bakat Bawaan

Aspek paling menonjol lainnya, weton Sabtu Kliwon dipercaya berada di bawah naungan dewa Sang Hyang Asmara, yang melambangkan daya tarik alami dan pembawaan yang menenangkan. Sifat teduh inilah yang membuat lawan bicara merasa nyaman, menjadikan mereka pendengar yang baik dan penengah di tengah konflik.

0 Komentar