Warga bersama TNI dan Polri menggelar karya bakti untuk memperkuat pondasi jembatan penghubung Desa Kedungdawa dan Desa Kedungjaya Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Perbaikan darurat dilakukan setelah pondasi jembatan di Blok Siladu nyaris ambruk akibat tergerus derasnya arus Sungai Kedungpane.
Puluhan warga bersama petugas TNI Polri, pemerintah desa, dan Forkopimcam Kedawung bergotong royong memperkuat pondasi jembatan di Blok Siladu Desa Kedungdawa Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Sejak Minggu pagi, warga terlihat mengangkut batu, pasir, dan semen untuk menahan bagian pondasi yang ambrol agar kerusakan tidak semakin meluas.
Aksi karya bakti ini dilakukan setelah pondasi jembatan tergerus arus Sungai Kedungpane yang meluap akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat bagian tanah di sekitar pondasi terkikis dan memicu kekhawatiran warga akan potensi jembatan ambruk.
Baca Juga:KNPI Bareng Bobotoh Apresiasi Polres Cirebon Kota atas Pengamanan Konvoi Juara PersibWisuda UGJ Cirebon Periode Ke-77 Mei 2026 Luluskan 704 Mahasiswa – Video
Camat Kedawung, Sri Darmanto menyebut, kegiatan karya bakti menjadi langkah darurat yang dilakukan bersama warga sambil menunggu penanganan permanen dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Menurutnya, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat sehingga perlu segera diselamatkan agar tidak membayakan pengguna jalan.
Sementara itu, Kuwu Kedungdawa, Sanita mengatakan, jembatan di Blok Siladu merupakan akses vital bagi warga Kedungdawa dan Kedungjaya. Setiap hari, pelajar, pekerja, dan masyarakat melintasi jembatan tersebut untuk beraktivitas. Akibat kondisi yang membahayakan, sebagian warga kini memilih memutar hingga tiga kilometer untuk mencari jalur alternatif.
Menurut Sanita, jembatan tersebut dibangun sekitar dua puluh tahun lalu dan terakhir direnovasi pada tahun dua ribu enam belas di bagian atas saja. Sementara bagian pondasi belum pernah mendapatkan perbaikan. Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya debit sungai yang kini sering meluap saat hujan turun dalam durasi panjang.
Di sisi lain, Kuwu Kedungjaya, Satria Robi Saputra mengapresiasi gerak cepat warga, TNI Polri, dan Forkopimcam dalam melakukan penanganan darurat. Menurutnya, jembatan tersebut menjadi jalur utama penghubung aktivitas ekonomi dan pendidikan antar desa. Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan permanen agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat melintasi jembatan.