RADARCIREBON.TV – Brigadir Jenderal TNI Wahyo Yuniartoto adalah salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto. Perwira kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Juni 1979 ini memiliki rekam jejak karier militer yang gemilang, mulai dari satuan elite Kopassus hingga kini menjabat sebagai Direktur C Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI .
Wahyo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2001 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Sepanjang kariernya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Komandan Kodim 0703/Cilacap, hingga Komandan Grup 2 Kopassus . Kiprahnya semakin mencuat ketika ia ditunjuk sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, menggantikan Mayor Teddy Indra Wijaya yang diangkat menjadi Sekretaris Kabinet .
Riwayat Pendidikan dan Awal Karier
Wahyo Yuniartoto mengawali pendidikan dasarnya di SD Negeri 1 Bokol, Kemangkon, Purbalingga, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kemangkon dan SMA Negeri 1 Bukateja. Ia kemudian diterima di Akademi Militer dan lulus pada tahun 2001 .
Baca Juga:Prabowo Soroti Ekonomi Tumbuh tapi Rakyat Miskin Bertambah, Ekonom Ungkap PenyebabnyaDPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta per Bulan, Prabowo Akui Anggaran Jadi Kendala
Setelah lulus, ia mengikuti berbagai pendidikan kecabangan dan kursus khusus, antara lain Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (2001), Pendidikan Komando (2003), Kursus Perwira Sandhi Yudha (2004), dan Kursus Pandu (2005). Ia juga pernah mengikuti Kursus Bahasa Mandarin (2006) serta Kursus Terjun Bebas Militer (2007) .
Untuk pendidikan tinggi, Wahyo meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka program studi Fakultas Ekonomi pada tahun 2013, dan gelar magister dari Universitas Pertahanan program studi Strategi Pertahanan Darat pada tahun 2016 . Ia juga tercatat sebagai lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2016 serta Sespimti Polri Dikreg 34 .
Jejak Karier di Kopassus
Sebagai perwira Kopassus, Wahyo memiliki pengalaman panjang di satuan baret merah. Pada 2017, saat berpangkat Mayor, ia menjabat sebagai Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus. Setahun kemudian, pada 23 November 2018, ia diangkat menjadi Komandan Kodim 0703/Cilacap, sebuah jabatan yang diembannya hingga tahun 2020 .
Pada tahun 2021, Wahyo menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, kemudian naik menjadi Asisten Operasi Kopassus pada tahun 2023. Puncaknya, ia dipercaya sebagai Komandan Grup 2 Kopassus sebelum akhirnya ditunjuk menjadi ajudan Presiden . Dalam kariernya di Kopassus, ia pernah terlibat dalam berbagai penugasan operasional, termasuk Satuan Tugas Papua (2004), Satuan Tugas Aceh (2005), serta berbagai latihan bersama dengan negara lain .
