Komisi I DPRD Kota Cirebon menyatakan dukungannya terhadap penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik atau Diskominfo Kota Cirebon. Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan layanan informasi publik berjalan optimal sekaligus memperkuat sistem keamanan siber pemerintah daerah.
Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Cirebon ke Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik atau D-KIS pada Selasa siang, membahas sejumlah kebutuhan strategis dalam pengelolaan data dan informasi pemerintahan.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD menyoroti pentingnya peran DKIS sebagai pusat informasi dan data Pemerintah Kota Cirebon. Karena itu, peningkatan kapasitas server, jaringan internet, CCTV, hingga sistem keamanan siber dinilai menjadi kebutuhan yang harus mendapat perhatian.
Baca Juga:KH Adib Rofiuddin Izza Sosok Ulama Kharismatik Penjaga NKRI – VideoSesepuh Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza Berpulang – Video
Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon menyampaikan, penguatan infrastruktur digital diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus terhindar dari penyebaran hoaks. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu mengantisipasi berbagai ancaman siber yang pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, pihak DKIS mengungkapkan kebutuhan peningkatan kapasitas server dan sistem pendukung lainnya seiring peran dinas yang kini menjadi sentral data dan informasi pemerintah daerah.
Selain penguatan infrastruktur teknologi informasi, DKIS juga berencana meningkatkan publikasi program pembangunan. Mulai tahun ini, berbagai rencana pembangunan akan dipublikasikan secara lebih masif agar masyarakat mengetahui kinerja pemerintah secara transparan.
Dalam aspek keamanan informasi, DKIS Kota Cirebon telah menerapkan standar ISO 27001:2022. Setiap aplikasi yang dikembangkan diwajibkan menjalani pengujian keamanan atau penetration test sebelum diluncurkan, guna mencegah terulangnya insiden serangan siber yang pernah dialami pemerintah daerah.
Ke depan, DKIS juga menargetkan integrasi berbagai layanan publik berbasis digital ke dalam portal Sedulur, sehingga akses pelayanan bagi masyarakat dapat menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.