Duka menyelimuti keluarga besar Pondok Buntet Pesantren Cirebon, kiai sepuh KH Adib Rofiuddin Izza meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kepergian ulama kharismatik ini mendapat perhatian tokoh nasional hingga pejabat kepolisian yang turut menyampaikan belasungkawa.
Suasana duka menyelimuti keluarga Pondok Buntet Pesantren Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Ratusan santri, keluarga dan masyarakat mengantarkan keberangkatan jenazah Sesepuh Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza ke tempat peristirahan terakhir di Makbaroh Buntet Pesantren.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta pada Senin satu Juni dua ribu dua puluh enam pukul sembilan pagi. Jenazah kemudian diberangkatkan ke Cirebon dan dimakamkan pada Senin sore. Kepergian ulama kharismatik ini turut mendapat perhatian berbagai tokoh nasional, saat jenazah diberangkan dari rumah sakit menuju Cirebon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir melepas terakhir almarhum.
Baca Juga:Warga RW 15 Nuansa Majasem Kompak Kerja Bakti – VideoSampah di TPS Pasar Minggu Palimanan Tutup Badan Jalan – Video
Sementara Kapolda Jawa Barat datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Adik almarhum, KH Aris Ni’matullah mengungkapkan kondisi kesehatan kiai Adib sebenarnya sudah menurun sejak sebelum bulan Ramadan. Meski sempat menjalani perawatan di rumah sakit, almarhum memilih kembali ke pondok pesantren agar dapat menjalani Ramadan bersama para santri.
Sementara, sepanjang keberangkatan kiai Adib ke tempat peristirahat terakhir, kiai sepuh yang mangkat diusia 61 tahun ini sempat disalatkan di Masjid Pondok Buntet Pesantren. Masyarakat yang mengenal sosok almarhum sebagai sesepuh, menangis haru mengantar kepulangan almarhum ke haribaan Allah SWT.
Kepergian KH Adib Rofiuddin Izza meninggalkan jejak pengabdian panjang di dunia pendidikan dan dakwah, sosok ulama kharismatik ini akan selalu dikenang atas dedikasinya dalam menjaga persatuan bangsa dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus.