Di tengah target perluasan layanan ke kawasan industri dan penambahan jumlah pelanggan, PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon dihadapkan pada tantangan musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Pimpinan baru PDAM menegaskan penambahan jaringan dan pelanggan tidak boleh mengganggu pasokan air bagi pelanggan rumah tangga yang sudah terlayani.
Di bawah kepemimpinan Plt Direktur Utama Hendra Chandra Saputra, PDAM Tirta Jati menargetkan peningkatan cakupan layanan hingga mencapai lebih dari 50 ribu pelanggan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu memperluas jaringan ke wilayah timur Kabupaten Cirebon yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan industri dan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan maupun Pendapatan Asli Daerah.
Namun di tengah rencana tersebut, PDAM juga harus menghadapi tantangan musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober mendatang. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan air bersih berpotensi meningkat, sementara ketersediaan sumber air baku dapat mengalami penurunan.
Baca Juga:Nelayan Dorong Aktivasi Koperasi Yang Mati Suri Untuk Lelang Ikan – VideoKomisi I DPRD Dukung Penguatan Infrastruktur Digital DKIS – Video
Plt Direktur Utama PDAM Tirta Jati, Hendra Chandra Saputra menegaskan, penambahan jaringan ke kawasan industri maupun wilayah baru tidak boleh mengorbankan pelayanan bagi pelanggan rumah tangga yang sudah ada.
Karena itu, PDAM berupaya menambah sumber air baku dan mencari potensi mata air baru sebelum melakukan ekspansi layanan secara lebih luas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan air bagi sektor industri dan kebutuhan dasar masyarakat di permukiman.
Selain menjaga pasokan melalui jaringan yang sudah ada, PDAM juga menyiapkan langkah darurat apabila terjadi kekeringan di sejumlah wilayah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PDAM akan berkoordinasi dengan BPBD untuk menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki kepada warga yang terdampak kekurangan air.
Dengan langkah tersebut, PDAM Tirta Jati berharap target pengembangan layanan dan peningkatan pendapatan dari kawasan industri dapat berjalan beriringan dengan terjaganya hak masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih secara berkelanjutan.