Kemarau dan Jagung Pipil Tekan Pertanian Desa – Video

Kemarau dan Jagung Pipil Tekan Pertanian Desa
0 Komentar

Musim kemarau ekstrem mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Berkurangnya pasokan air irigasi serta kendala dalam pengembangan program jagung pipil membuat BUMDes kembali memfokuskan usaha pertanian pada komoditas padi dan jagung manis.‎Musim kemarau ekstrem mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Kuwu Cikalahang, Kusnan, mengatakan musim kemarau yang terjadi saat ini menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekurangan air.‎Berkurangnya pasokan air irigasi membuat hasil panen jagung manis tidak seoptimal yang diharapkan.‎‎Sementara itu, Kepala Unit Pertanian BUMDes Cikalahang, Oon Sugiyono, menyebut, luas lahan pertanian yang masih aktif saat ini tinggal sekitar sembilan puluh hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar sepuluh hingga lima belas persen terdampak kekeringan sehingga sulit dilakukan tanam ulang.‎‎Oon juga mengevaluasi pelaksanaan program nasional jagung pipil. Menurutnya, program tersebut dilaksanakan dalam waktu singkat dengan berbagai kendala, mulai dari kondisi lahan, curah hujan tinggi saat penanaman, hingga menurunnya kualitas hasil panen akibat proses pengeringan yang tidak maksimal.‎Akibatnya, Unit Pertanian BUMDes mengalami kerugian sekitar sebelas juta rupiah dari total modal pertanian sekitar tujuh puluh juta rupiah. Untuk menekan kerugian, BUMDes kemudian mengalihkan penanaman ke komoditas padi dan jagung manis yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan dan memiliki pasar yang lebih menjanjikan.‎Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah desa menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung atau BBWS Cimancis atas pembangunan jaringan irigasi yang membantu menjaga pasokan air bagi sebagian lahan pertanian di Desa Cikalahang.

0 Komentar