Adu layang-layang masih menjadi primadona dan digemari oleh anak-anak meski era serba teknologi dan tidak lepas dari gadget. Namun, sebagian besar anak-anak laki-laki melestarikan permainan tradisional layang-layang, berinteraksi dengan teman sebayanya.
Seperti inilah keseruan anak-anak saat bermain bersama di area pesawahan hijau sembari menerbangkan layang-layang. Permainan legendaris ini justru masih menjadi primadona dan digemari anak-anak.
Padahal, di era saat ini, tak sedikit dunia main anak-anak justru bergelut dengan gadget di genggamannya. Namun bermain layang-layang menjadi pilihan utama bagi mereka di saat memasuki musim kemarau, terlebih hembusan angin membuat layang-layang mudah untuk diterbangkan.
Baca Juga:Jelang Operasi Patuh Lodaya 2026 – VideoDisnaker Kab. Cirebon Bekali Calon Pekerja Migran Melalui OPP – Video
Mereka mengaku, bermain adu layang-layang masih dipilih saat musim angin dan kemarau ketimbang bermain game online, lantaran dapat menjalin solidaritas dan bermain bersama rekan-rekan sebayanya.
Sementara itu, di antara beragam jenis layang-layang yang masih laris manis diperjualbelikan, layang-layang sukoy paling banyak diminati, terutama kalangan anak-anak hingga remaja. Sehingga masih berjayanya adu layang-layang membuat omset grosir layang-layang di Kota Cirebon tetap berputar alias tidak hilang ditelan zaman.
Diharapkan, permainan layang-layang dapat membuat anak-anak meminimalisir penggunaan gadget dan belajar bersosial bersama teman-temannya.