Kalangan Nahdlatul Ulama di Cirebon belanja masalah dalam Halaqah Pra-Musyawarah Besar yang digelar di Pondok Pesantren Khatulistiwa Kempek. Berbagai persoalan rakyat dibahas untuk mencari solusi bersama umat.
Halaqah Pra-Musyawarah Besar Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Khatulistiwa Kempek, Kabupaten Cirebon, membahas tema tentang krisis kehidupan rakyat dan ketahanan pangan warga NU di tengah tekanan ekonomi dan sosial. Dalam forum ini, berbagai keluhan masyarakat dikemukakan mulai dari kesulitan petani mendapatkan pupuk, menurunnya pendapatan nelayan, lemahnya daya beli masyarakat, hingga persoalan yang dihadapi buruh migran dan keluarganya.
Pengasuh Pesantren Manhaj Luhur Fahmina Cirebon, KH Marzuki Wahid menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama perlu memastikan kembali keberpihakannya kepada masyarakat kecil yang saat ini menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Halaqah ini menjadi ruang untuk mendengar langsung suara akar rumput sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Jelang Operasi Patuh Lodaya 2026 – VideoDisnaker Kab. Cirebon Bekali Calon Pekerja Migran Melalui OPP – Video
Kegiatan ini diikuti petani, nelayan, pedagang kaki lima, guru, santri, akademisi, pendamping buruh migran, aktivis sosial, serta warga NU dari berbagai daerah di Cirebon. Melalui halaqah, peserta berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi masukan bagi NU dalam memperkuat peran dan kepeduliannya terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.
Sementara, halaqah ini juga menjadi bentuk kepedulian dan mendengar langsung suara masyarakat Nahdliyin, agar bisa bersama-sama menghadapi berbagai kesulitan yang terjadi menimpa masyarakat di berbagai sektor saat ini.