Pemkot Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan atau DKP3 meluncurkan program Mobil Pangan Keliling atau MOL PANGLING. Program hasil kolaborasi dengan BULOG dan Bank Indonesia ini dihadirkan untuk memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah hingga ke tingkat RW dan wilayah pelosok Kota Cirebon.
Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, DKP3 terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan meluncurkan Mobil Pangan Keliling atau MOL PANGLING yang berkolaborasi dengan BULOG dan Bank Indonesia.
Peluncuran perdana MOL PANGLING dilakukan di RW 7 Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, pada Jumat pagi. Lokasi tersebut dipilih karena berada di wilayah pinggiran Kota Cirebon yang selama ini relatif sulit dijangkau program Gerakan Pangan Murah skala besar.
Baca Juga:Lahan Tidak Produktif Disulap Jadi Area Tanam Ketahanan Pangan – VideoPolisi Dalami Penyelidikan Dugaan Perampokan Di Gegesik – Video
Dalam kegiatan perdana ini, DKP3 menyediakan sejumlah komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Ke depan, komoditas yang dijual akan ditambah dengan telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit sehingga kebutuhan sembilan bahan pokok dapat tersedia lebih lengkap.
Harga yang ditawarkan pun berada di bawah harga pasar. Seperti beras SPHP yang dijual Rp58 ribu per lima kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp62.500. Melalui konsep MOL PANGLING, masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat, kini dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Antusiasme warga terlihat tinggi, baru beberapa menit dibuka, lokasi penjualan langsung dipadati masyarakat. Salah satunya Fatona, ia merasa terbantu dengan adanya MOL PANGLING ini, ia juga rela datang dari pagi hari demi membeli kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.
MOL PANGLING sendiri dijadwalkan akan beroperasi rutin setiap hari Jumat dan akan berkeliling ke seluruh kelurahan hingga tingkat RW di Kota Cirebon, sebagai bagian dari upaya pemerintah mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat.