Juara Moto3 Junior di Portugal, Kiandra Ramadhipa Tak Mau Cepat Puas, Kini Kejar Puncak Klasemen

foto
Kiandra Ramadhipa/ FIM Moto3 Junior
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Pembalap muda berbakat Indonesia, Kiandra Ramadhipa, baru saja mengharumkan nama bangsa setelah sukses menjuarai balapan Moto3 Junior di Sirkuit Estoril, Portugal, pada Minggu (14/6). Namun, pembalap berusia 16 tahun ini menegaskan bahwa dirinya tidak mau cepat puas.

Ramadhipa berhasil menjadi yang tercepat di Estoril dengan catatan waktu impresif 27 menit 55,32 detik. Baginya, kemenangan manis di Portugal ini justru menjadi bahan bakar untuk tampil lebih konsisten di sisa musim.

Target Utama: Selalu Sentuh Garis Finis dan Evaluasi Data

Dalam konferensi pers virtual yang digelar Senin (15/6), rider andalan Astra Honda Racing Team ini membeberkan fokus utamanya ke depan. Alih-alih terbebani harus selalu menang, ia memilih fokus pada proses di setiap balapan.

Baca Juga:14 Negara Mayoritas Muslim Lolos ke Piala Dunia 2026, Terbanyak Sepanjang SejarahJangan Terlewat! Jadwal MotoGP Ceko 19 – 21 Juni 2026: Brno Kembali Panas, Mario Aji dan Veda Ega Siap Beraksi

“Kalau target, saya ingin finis di setiap race. Melihat bendera finis itu target utama dan berkembang di balapan demi balapan,” ujar Ramadhipa.

Bagi pembalap asal Yogyakarta ini, setiap balapan adalah ladang data yang sangat berharga untuk tim dan mekanik. Lewat data tersebut, mereka bisa terus melakukan improvisasi, baik dari segi performa motor maupun gaya balapnya sendiri.

Tempel Ketat Puncak Klasemen

Kemenangan gemilang di Estoril langsung mendongkrak posisi Ramadhipa di papan klasemen sementara. Saat ini, ia nyaman bertengger di peringkat kedua dengan koleksi 51 poin.

Ramadhipa kini hanya terpaut tipis, yaitu tujuh angka saja, dari sang pemuncak klasemen sementara, Giulio Pugliese dari tim CFMoto Aspar Junior. Peluang untuk merebut takhta tertinggi pun masih terbuka sangat lebar.

Sampai Belajar Bahasa Spanyol Demi Komunikasi dengan Montir

Menariknya, totalitas Ramadhipa tidak hanya ia tunjukkan di atas lintasan balap. Di luar sirkuit, ia juga getol meningkatkan kapasitas diri, salah satunya dengan mempelajari bahasa asing.

Selain memperlancar bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, Ramadhipa rupanya diam-diam mulai mengasah kemampuan bahasa Spanyol. Alasannya cukup unik sekaligus taktis: mayoritas mekanik di timnya berasal dari Negeri Matador tersebut.

“Utamanya memang harus Bahasa Inggris. Tapi selain itu saya juga harus belajar Bahasa Spanyol agar sama-sama paham dengan montir. Ya, sedikit-sedikit bisa [Bahasa Spanyol],” pungkasnya sambil tersenyum.

0 Komentar