Jembatan penghubung desa Gagasari, kecamatan Gebang, dengan desa Ender, kecamatan Pangenan, kabupaten Cirebon, kini mengalami kerusakan cukup parah. Padahal jembatan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pertanian masyarakat.
Jembatan yang diperkirakan telah berdiri lebih dari seratus tahun ini dulunya digunakan sebagai jalur lori pengangkut tebu menuju Pabrik Gula Rajawali II Sindanglaut.
Namun seiring bertambahnya usia, kondisi jembatan yang menghubungkan desa Gagasari, kecamatan Gebang, dengan desa Ender, kecamatan Pangenan, kabupaten Cirebon, kini memprihatinkan. Sejumlah pelat besi yang menjadi alas jembatan mengalami kerusakan dan berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Baca Juga:RSUD Waled Kelola Parkir Secara Profesional Dan Sesuai Perda – VideoWakil Ketua DPRD Kab. Cirebon Minta Maaf Usai Komentar Di Medsos Viral – Video
Meski dalam kondisi rusak, jembatan tersebut masih menjadi akses utama masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan. Selain digunakan untuk aktivitas pertanian dan peternakan, jalur ini juga menjadi akses menuju pondok pesantren yang berada di wilayah sekitar.
Banyak warga dari kecamatan Waled, Babakan, Pabedilan, hingga Losari memilih melintasi jembatan tersebut karena jaraknya lebih dekat dibanding harus memutar melalui jalur Pantura.
Jika menggunakan jalur Pantura, pengguna jalan harus menempuah jarak sekitar lima hingga enam kilometer. Sementara melalui jembatan ini, jarak tempuh hanya sekitar dua kilometer sehingga lebih efisien dari sisi waktu dan biaya.
Pemerintah Desa Gagasari, kecamatan Gebang, kabupaten Cirebon, berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan maupun normalisasi jembatan agar kembali aman dan layak digunakan masyarakat.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting karena menjadi poros penghubung antarwilayah yang mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, peternakan, serta perekonomian masyarakat.
Warung berharap kondisi jembatan bersejarah tersebut segera mendapat perhatian pemerintah sebelum kerusakan semakin parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi para pengguna jalan.