Sayang, badai cedera membuat karier klubnya di Basel, Schalke 04, Monchengladbach, dan Monaco naik-turun tanpa konsistensi.
Anehnya, begitu membela Swiss, rasa percaya dirinya langsung meroket. Usai mencetak gol penalti melawan Qatar di Piala Dunia 2026, Embolo tercatat selalu berkontribusi lewat gol atau assist untuk negaranya dalam lima turnamen mayor terakhir secara beruntun sejak Piala Dunia Rusia 2018.
3. Lukas Podolski (Jerman)
Pecinta sepak bola tentu tahu betapa mematikannya kaki kiri Lukas Podolski. Poldi adalah legenda Die Mannschaft dengan catatan caps dan gol terbanyak ketiga dalam sejarah Jerman, serta ikut mengangkat trofi Piala Dunia 2014.
Baca Juga:Link DANA Kaget Hari Ini Masih Aktif? Ini Cara Klaim Saldo Gratis Tanpa RibetGary O'Neil Resmi Merapat ke Ipswich, Elkan Baggott Bertahan atau Dipinjamkan Lagi?
Namun di level klub, Podolski dinilai gagal memenuhi ekspektasi besar. Ia sempat gagal menembus tim utama Bayern Munich.
Masa-masa terbaiknya di klub terjadi bersama Arsenal (2012-2015), di mana ia menjadi pemain yang dicintai fans, meski kualitas permainannya di London tidak pernah benar-benar mencapai level world-class seperti saat ia berbaju Jerman.
4. Anders Svensson (Swedia)
Banyak yang mengira Zlatan Ibrahimovic adalah pemilik penampilan (caps) terbanyak untuk Timnas Swedia. Salah besar. Rekor itu justru dipegang oleh Anders Svensson dengan 148 penampilan.
Saking seringnya menjadi kapten dan masuk daftar 10 besar pemain Eropa dengan caps terbanyak, orang awam pasti mengira Svensson adalah bintang besar di Eropa.
Kenyataannya? Di level klub, karier Svensson terhitung semenjana. Selain sempat membela Southampton (2001–2005) dengan performa biasa saja, sisa kariernya dihabiskan bersama klub lokal Swedia, IF Elfsborg. Karier internasionalnya jauh melompat melampaui karier klubnya.
5. Miroslav Klose (Jerman)
Miroslav Klose adalah definisi nyata dari “Jimat Timnas”. Ia adalah top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol dan juru gedor tersubur Jerman (71 gol).
Uniknya, Jerman tidak pernah kalah setiap kali Klose mencetak gol. Ia juga mengoleksi lengkap medali perunggu, perak, dan emas bersama timnas.
Baca Juga:Kabar Buruk untuk Maroko! Achraf Hakimi Bisa Dicekal Saat Piala Dunia 2026Bukan Messi atau Mbappe, Super Sub Jerman Ini Tiba-Tiba Meledak di Piala Dunia 2026
Melihat statistiknya di timnas, Anda mungkin mengira Klose adalah rebutan klub-klub elite Eropa. Faktanya, di level klub, Klose tidak pernah benar-benar menjadi bintang utama yang dipuja-puja.
Ia memang striker yang produktif, namun performanya bersama klub seperti Lazio di masa puncaknya dinilai biasa saja jika dibandingkan dengan status legendarisnya di turnamen internasional.
