Al Nassr Terlilit Utang Rp3,9 Triliun Usai Juara Liga, Nasib Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan

foto
X @CRonaldoNews
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kabar mengejutkan datang dari klub raksasa Arab Saudi, Al Nassr. Meski baru saja menyudahi puasa gelar dan sukses menjuarai Saudi Pro League musim lalu, klub yang dibela Cristiano Ronaldo ini justru dihantam krisis keuangan dahsyat hingga menumpuk utang bombastis.

Keberhasilan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menumbangkan Al Hilal di perebutan takhta liga ternyata harus dibayar mahal.

Media lokal Arab Saudi, Al Riyadiyah, melaporkan bahwa utang Al Nassr kini telah menembus angka 800 juta riyal atau sekitar Rp3,9 triliun. Seluruh tunggakan fantastis ini kabarnya bersumber dari keputusan finansial yang ugal-ugalan sepanjang musim lalu.

Baca Juga:Timnas Futsal Indonesia Terbang ke Spanyol, Hector Souto Pasang Target Besar Menuju Piala Dunia Futsal 2028Media Vietnam Terpukau Mitchell Baker, Striker Timnas Indonesia Langsung Dijuluki 'Pembunuh di Kotak Penalti'

Dilarang Beli Pemain Baru

Dampak dari krisis keuangan ini langsung terasa nyata. Al Nassr dipastikan gigit jari karena tak bisa memboyong pemain anyar untuk mengarungi musim 2026/2027.

Melihat kondisi yang makin kritis, Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik mayoritas klub langsung turun tangan. PIF menyiapkan tiga jurus darurat demi menyelamatkan Al Nassr dari jurang kebangkrutan:

Memangkas Wewenang Manajemen: Kekuasaan finansial para petinggi eksekutif klub kini dibatasi secara ketat agar tidak ada lagi pengeluaran tak terkontrol.

Sewa Konsultan Independen: PIF menggandeng firma hukum dan keuangan independen untuk merapikan pembukuan, menekan pemborosan, serta mencari sumber pendapatan komersial baru.

Membuka Pintu Investor Baru: PIF mulai mengkaji penawaran dari pihak luar yang berminat menyuntikkan dana ke klub berjuluk The Global Club tersebut.

Siap Lepas Sebagian Saham

Saat ini, PIF dikabarkan tengah mempertimbangkan dua tawaran investasi yang cukup serius. Namun, ketimbang menjual seluruh kepemilikan klub, PIF lebih condong untuk menggaet investor yang hanya ingin membeli sebagian saham Al Nassr.

Langkah-langkah penyelamatan ini diambil tak hanya untuk menutup celah utang yang makin menggelembung, tetapi juga demi menjaga nilai merek, daya tarik pemasaran, serta basis suporter besar yang sudah dimiliki Al Nassr di tingkat global.

0 Komentar